Bangunan SDN 200302 Sidimpuan Butuh Perhatian

31 Oktober 2009 – www.inimedanbung.com (kodir pohan)

SEHARUSNYA PARA PEJABAT DIPEMKO INI MELIHAT DAN MEMPERBAIKI INI

Bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri 200302, Jalan SM Raja, Kecamatan Batunadua, Kota Padangsidimpuan saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, sehingga perlu perhatian dari pemerintah.

Berdasarkan pantauan, hampir disetiap rungan belajar sekolah itu ditemui lobang-lobang yang sangat besar dan dalam. Kedalaman lobang-lobang itu sekitar 4 sampai dengan 5 centi meter. Ditambah bangunan dinding sekolah juga sudah sangat kumuh, sehingga terkesan sekolah yang berlokasi di pinggir Jalan lintas Sumatera itu tidak nyaman digunakan sebagai ruang belajar. Mobiler sekolah seperti, bangku, meja belajar-nya juga sangat memprihatinkan. Kondisi meja dan kursi tempat para siswa belajar sudah sangat parah, tempat duduk sering tidak ada papan, atau tidak ada tempat senderan para siswa, sehingga siswa sangat kesulitan untuk belajar.

Selain itu, lemari sekolah juga sudah usang, bangunan lemari terlihat sudah banyak dimakan rayap, akibatnya buku-buku yang ada di lemari itu juga ikut usang karena di makan rayap tersebut. Ironisnya lagi, kapur tulis, sebagai alat untuk mengajar para guru yang ada di sekolah itu sangat sulit untuk didapatkan. Selanjutnya, papan tulis untuk belajar mengajar juga sudah bolong-bolong. Selain di dalam sekolah, di teras sekolah juga ditemukan banyak lobang, sedangkan halaman sekolah tidak ada bangunan sama sekali. Halaman sekolah itu hanya tanah dan sudah ditumbui lalang. Berdasarkan informasi dari guru-guru bahwa lapangan yang ada di sekolah tersebut sering tergenang air, apabila musim penghujan.

Selain kondisi bangunan yang memprihatinkan, sekolah itu juga masih kekurangan ruangan, pasalnya, sampai saat ini ruangan siswa kelas V masih menyatu dengan kantor guru. “Ya ginilah bangunan sekolah ini sampai sekarang, ruangan belajar siswa saja masih menyatu dengan kantor guru,”Cetus perempuan yang tidak mau disebutkan namanya itu. Siswa yang belajar di ruangan tersebut jumlahnya hanya belasan orang, dengan kondisi lebar ruangan hanya 4 meter, dengan panjang lebih kurang 6 meter, akibatnya siswa yang berada diruangan itu terlihat sangat kesempitan karena ruangannya yang tidak memungkinkan tersebut.

Baca Juga :  Kejari Kabulkan Penangguhan Penahanan - Kades Gunung Tua Jadi Tahanan Kota

Menurut keterangan Doriana kepala sekolah, juga mengakui bahwa kondisi sekolah tersebut sudah cukup memprihatinkan,”Kalau dikatakan parah sekali saya tidak setuju, tapi saat ini memang sekolah ini perlu perhatian untuk dibangun,” Ungkapnya.

Dia mengatakan, sejak menjadi kepala sekolah di SD tersebut sejak 2006, kondisi sekolah itu memang sudah parah. Menurut dia, saat itu dia terpaksa mengumpulkan semua bangku dan meja untuk dipakai secara keseluruhannya. Menurut dia, bantuan hanya ada pada tahun 2008,”Tahun yang lalu memang ada dari pemerintah, tapi itu hanya satu ruangan saja, saat itu saya memprioritaskan pembangunan ruangan yang dianggap sangat parah,”Ungkapnya ditemui wartawan, kemarin.

Dia berharap kepada Pemko Padangsidimpuan, agar menambah bantuannya perbaikan gedung dan mobiler sekolah, karena mobiler yang ada di sekolah tersebut memang sudah cukup memprihatinkan. Sementara itu, dari Dinas Pendidikan Kota Padangsidimpuan, Kepala Dinas Pendidikan Panongonan Hasibuan juga mengakui bahwa kondisi sekolah yang berada di Jalinsum tersebut sudah sangat memprihatinkan. “Pada tahun ini, kita akan berusaha melalui dana yang dimiliki untuk membangun sekolah itu,”Ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, berdasarkan data yang diperolehnya bahwa, saat ini di Kota Padangsidimpuan, masih ada 2 sekolah kondisinya sangat memprihatinkan, yaitu di SD Sabungan Jae, Kecamatan Hutaimbaru dan SD 200302 yang berada di Kecamatan Batunadua.

Dia mengatakan, pemerintah juga akan menambah ruangan belajar yang ada di SD tersebut, sehingga tidak menyatu lagi antara ruangan belajar murid dan kantor guru,”Pokoknya tahun ini sekolah-sekolah itu akan kita rehab, dan ruangannya akan ditambah,” tegasnya.

Baca Juga :  CERPEN: PERMOHONAN TERAKHIR

Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kota Padangsidimpuan, Darwin Harahap mengatakan, sangat prihatin terhadap kondisi sekolah yang ada di Batunadua tersebut,”Pemko Sidimpuan sudah 8 tahun berdiri sendiri, tapi bangunan sekolahnya saja sampai sekarang masih sangat parah dan memprihatinkan,”Ungkap Darwin seraya berjanji akan menyampaikan kondisi sekolah tersebut kepada dinas terkait***

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*