Banjir di Natal, 200 Rumah Terendam

(Analisa/sarman a nasution) Kendaraan roda dua yang melintas di dua yakni Desa Patiluban Hilir dan Kampung Sawah terpaksa diangkut dengan beca dayung milik warga, Sabtu (3/12).

Panyabungan, (Analisa). Banjir melanda dua desa di Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tepatnya di Desa Patiluban Hilir dan Desa Kampung Sawah Kecamatan Natal Madina sejak tanggal 1-2 Desember 2011 terendam banjir dengan ketinggian air 1,5 sampai 2 meter. Pusay banjir berjarak 90 Km dari ibukota Panyabungan terjadi mulai, Kamis (1/12) sekira pukul 18.00 WIB.

Banjir diakibatkan hujan deras sejak Selasa-Rabu (29-30/11). Hujan mengakibatkan meluapnya Sungai Batang Natal dan Sungai Patiluban sekitar 50 meter dari pemukiman warga.

Meski tidak ada korban jiwa manusia maupun kerusakan fisik, namun perabot dan alat rumah tangga warga dan lainnya porak-poranda. Satu masjid dan satu SDN Patiluban Hilir juga ikut terendam sehingga anak sekolah libur.

Bahkan siswa tingkat SLTP–”SLTA sebagian terpaksa libur karena perlengkapan sekolah basah. Warga yang rumahnya terendam terpaksa mengungsi ke rumah keluarga dan kerabat menunggu air surut.

Menurut pantauan sejak Jumat-Sabtu (2-3/12) di lokasi banjir hingga pukul 15.00 WIB.

Banjir juga mengakibatkan akses jalan nasional lintas barat menuju Kecamatan Natal dan Muara Batang Gadis atau sebaliknya lumpuh total sepanjang 700 meter. Sehingga ratusan meter antrean panjang baik di hulu mapun hilir jalan utama tidak bisa dielakkan.

Banyak juga pedagang maupun pendatang yang hilir mudik terjebak banjir sehingga terpaksa mencari penginapan. Selain di mobil, emperan warung maupun teras penduduk menjadi sasaran tidur di malam puncak banjir.

Baca Juga :  Haul Ke-4 Alm.H.Idham Kholid Hasibuan 17/02/2016 Pimpinan Pertama Ponpes Gunung Selamat

Banjir mulai surut sejak Sabtu (3/12) sekira pukul 10.00 WIB. Namun kendaraan yang bisa lewat di jam tersebut hanya kendaraan roda 4 ke atas. Sedangkan kendaraan jenis minibus bisa lewat sekira pukul 14.00 WIB. Itupun harus memakai jasa penduduk sebagai pemandu jalan dengan bayaran bervariasi mulai dari Rp10.000 hingga Rp20.000.

Sedangkan untuk kendaraan roda dua bisa lewat menggunakan jasa beca dayung penduduk dengan ongkos Rp30 ribu per unit kendaraan. Bagi orang yang mau lewat dengan jasa beca dayung juga dikenakan ongkos Rp5000 sampai Rp 10.000.

Camat Natal, Sarwedi yang di konfirmasi, Jumat (2/12) di kantornya, membenarkan kejadian banjir itu. Anehnya, meski 200 rumah warga diperkirakan terendam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Dearah (BPBD) Madina, Syamsir Lubis yang dikonfirmasi mengatakan belum bisa memfinalkan data akurat tentang banjir karena anggota masih di lapangan. (man)

analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*