Banjir Madina Sudah Surut

MEDAN – Warga enam desa di Kecamatan Naga Juang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Provinsi Sumatera Utara bergotong royong untuk membersihkan rumah mereka yang dipenuhi lumpur sisa-sisa banjir bandang yang melanda daerah tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina, Risfan Juliardi yang dihubungi Antara dari Medan, hari ini, menyatakan bahwa para PNS, anggota organisasi kepemudaan, personel TNI/Polri, dan masyarakat umum juga ikut turun tangan membersihkan sisa-sisa kayu besar yang masih berserakan di desa tersebut.

Potongan kayu yang sudah lapuk dan menghalangi jalan raya itu harus dipotong-potong dan disingkirkan, sehingga arus tranportasi di desa yang terkena banjir itu menjadi lancar seperti biasanya.

“Setelah banjir yang terjadi pada enam desa itu, diharapkan aktivitas masyarakat dan kegiatan perekonomian dapat normal kembali. Kami terus turun tangan dan bekerja keras membantu masyarakat merapikan kembali rumahnya yang masih tergenang banjir,” ujar dia lagi.

Dia mengatakan, banjir yang terjadi hampir satu minggu lalu itu, juga membuat trauma sebagian masyarakat, mengingat di antara mereka ada yang rumahnya hanyut dan hancur diterjang banjir.

“Sebagian lagi masyarakat ada yang berjaga-jaga, dan mengantisipasi terjadi lagi banjir susulan, mengingat cuaca di wilayah Pantai Barat Sumatera itu berubah-ubah dan tidak menentu,” kata Risfan pula.

Lebih lanjut dia mengatakan, warga yang sebagian mengungsi ke rumah keluarga atau jiran tetangga serta berada di posko penampungan, sudah banyak yang pulang ke rumah mereka masing-masing.

Ia membenarkan masih ada warga yang bertahan di posko itu, karena rumah mereka rusak dan dihanyutkan banjir.

Menurut dia, bantuan makanan dan pengobatan tetap disediakan bagi pengungsi korban banjir tersebut.

Baca Juga :  Peresmian Taman Lalu Lintas Ceria Portable

“Pemerintah Kabupaten Madina tetap memperhatikan kondisi warga korban banjir itu. Ini merupakan tanggung jawab pemerintah kabupaten terhadap warganya yang sedang menghadapi bencana alam,” ujar dia.

Banjir di Kecamatan Naga Juang dan Kecamatan Panyabungan Kabupaten Madina terjadi Kamis (14/2) sekitar pukul 20.00 WIB yang melanda enam desa, beberapa di antaranya Desa Sopo Batu, Manyabar, Saba Jambu, Gunung Manaon, dan Pagaran Tonga.

Puluhan rumah warga rusak, ribuan hektare lahan pertanian milik masyarakat juga hancur tergenang banjir.

Banjir yang melanda sejumlah desa tersebut akibat meluap air Sungai Aek Ranto Puran, karena pada malam hari itu hujan turun cukup lebat.

Sebelumnya, banjir bandang juga terjadi di Kecamatan Naga Juang di wilayah Pantai Barat Sumatera, Rabu (23/2), menelan korban jiwa tiga orang, yakni Annum boru Regar (45), Yusuf Nasution (11), dan Gio Nasution (4).

Data yang diperoleh di kantor Pemkab Madina, jumlah pengungsi banjir yang berada di Kecamatan Naga Juang sebanyak 953 kepala keluarga (KK) atau 4.176 jiwa.

Sedangkan jumlah pengungsi banjir pada enam desa di Kecamatan Panyabungan Kabupaten Madina sebanyak 1.933 KK atau 8.017 jiwa.

Di wilayah lain, banjir kriman akibat dibukanya pintu bendungan Sigura-gura merendam ratusan rumah, lahan pertanian dan badan jalan di Kecamatan Datuk Bandar dan Datuk Bandar Timur, kota Tanjungalai, serta Kec.Simpang Empat, Kabupaten Asahan.

Sampai malam tadi, air yang menggenangi kawasan tersebut sejak Jumat, tampak kian tinggi. Selain rumah penduduk dan lahan pertanian, air merendam badan jalan Kartini Ujung, Husni Tamrin, Singosari, SMA Negeri-3 dan HM.Nur di Kec. Datuk Bandar. Jln.MT.Haryono Ujung dan jln.Anwar Idris di Kec.Datuk Bandar Timur.

Baca Juga :  Basyrah Masih Pakai Mobil Dinas

Sebagian dari warga korban banjir yang rumahnya terendam air, terpaksa mengungsi ke rumah sanak famili. Sementara sebagian warga yang khawatir harta bendanya dijarah  memilih tetap berdiam dirumah masing-masing.

Sementara itu, ratusan warga yang bermukim di Jalan.Pasar Traktor Kec.Simpang Empat Kabupaten Asahan terpaksa mendirikan tenda darurat di atas badan jalan. Ketinggian air yang merendam rumah rumah mereka diperkirakan mencapai 1,5 meter.

Untuk mencegah terjadinya korban jiwa, Pemkot Tanjungbalai melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mendirikan sejumlah Posko. Pihak Kecamatan juga mendirikan Posko di beberapa titik yang dianggap rawan.

Kepala BPBD Pemkot Tanjungbalai, Mahdin Siregar mengatakan, banjir kiriman ini telah merendam Kel.Sijambi, Pahang dan Gading Kec.Datuk Bandar, serta Kel.Bunga Tanjung, Selat Lancang dan Selat Tg.Medan Kec.Datuk Bandar Timur.

Sumber: waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*