Banyak Bangunan Berdiri di Atas Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Ayumi

(Analisa/hairul iman hasibuan) Perumahan: Sejumlah perumahan berdiri di DAS Batang Ayumi dekat Jembatan Sihitang, P.Sidimpuan. Pemko terkesan tutup mata soal ini.

Padangsidimpuan, Banyak bangunan di Kota Padangsidimpuan berdiri di atas Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Ayumi.

Pantauan Analisa, Selasa (10/6), sejumlah bangunan yang berdiri di atas DAS itu seperti di kawasan Jembatan Kampung Marancar, Kecamatan P. Sidimpuan Selatan.

Di lokasi itu, berdiri kantor kelurahan sejak beberapa tahun yang lalu. Selanjutnya, DAS di sekitar jembatan Sihitang yang telah berdiri puluhan perumahan. Demikian halnya di samping jembatan Siborang yang berjarak hanya sekitra 300 meter dari kantor Walikota P. Sidimpuan. Malah lokasi berdirinya bangunan berbentuk pertokoan tersebut sebelumnya merupakan bekas badan jalan di zaman dulu.

Pemko P.Sidimpuan terkesan tutup mata sebab dari awal pendiriannya tidak ada teguran dari pihak terkait untuk mengamankan DAS Batang Ayumi dari tangan-tangan oknum tertentu. Anehnya lagi, Pemko mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), padahal telah melanggar peraturan.

Ketua Komisi E DPRD Kota P.Sidimpuan Khoiruddin Rambe mengatakan, sesuai peraturan yang ada tidak boleh dimanpaatkan DAS untuk bangunan permanen dengan alasan apapun. Sebab hal ini bisa berdampak negatif terhadap keseimbangan arus air apabila meluap.

“Kita berharap Pemko P. Sidimpuan tidak tutup mata dengan hal-hal semacam ini. Perda Provinsi Sumut No.5 Tahun 1995 tentang garis sempadan sungai, daerah manfaat sungai, daerah penguasaan sungai bekas sungai harus ditegakkan untuk kelestarian Sungai Batang Ayumi, Jika hal ini dibiarkan suatu saat dapat mengakibatkan banjir,” ujarnya.

Baca Juga :  Kabag Kemasy Azhari P Lubis Kesal dan Emosi ; Anggota DPRD Tapsel Mencoba Hapus Anggaran untuk Kemaslahatan Umat

Terpisah Aktivis Lingkungan Hidup Sukri Pulungan mengecam sikap Pemko P. Sidimpuan yang membiarkan terjadinya ubah fungsi DAS menjadi lahan perumahan dan perkantoran. “Harusnya, Pemko menindak tegas dan menertibkan bangunan-bangunan di DAS bukan malah tutup mata, “katanya.

Sukri menilai, sikap pembiaran itu menunjukkan ketidak jelasan arah pembangunan kota ini. “Harusnya, Pemko P. Sidimpuan melalui dinas terkait menjaga atau memperbaiki tata kota lebih baik, bukan malah semakin memperparah, “katanya.

Diharapkannya, Walikota P. Sidimpuan segera menginstruksikan dinas terkait untuk menertibkan bangunan-bangunan tersebut, agar DAS dapat terpelihara dan terjaga dengan baik. “Jangan setelah musibah terjadi baru bertindak,” ujar Sukri Pulungan.  (hih)/Analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Alangkah indahnya dan baiknya jika setiap pinggir sungai dibuat jalan minimal 5-7 meter, sehingga dalam hal menjaga, memelihara dan mengawasi setiap keberadaan sungai akan mudah dilakukan, sekaligus bisa membantu sarana arus transportasi di kota padangsidimpuan. Antisipasi ini perlu dilakukan guna 20-30 tahun yang akan datang dari perkembangan padangsidimpuan yang cukup bagus hingga saat ini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*