Batal Berangkat, Penumpang Keluhkan Susi Air

Salah seorang penumpang Susi Air, Abdul Haris Nasution, menyesalkan sikap pihak manajemen Susi Air yang diduga memaksa dirinya membatalkan keberangkatannya. Warga Jakarta ini seyogianya terbang dari Bandara Aek Godang, Kabupaten Paluta menuju Bandara Polonia Medan, Selasa (8/2) pagi sekira pukul 07.30 WIB.

Abdul Haris Nasution kepada METRO, Selasa (8/2) menceritakan, dirinya mendapat kabar dari keluarga di Jakarta bahwa ibunya terjatuh dan mengalami pendarahan di bagian kepala, Senin (7/2) lalu. Kemudian Senin (7/2) sekira pukul 19.00 WIB, melalui agen di Bandara Polonia Medan, dirinya memesan tiket dengan keberangkatan Selasa (8/2) pagi dari Aek Godang tujuan Bandara Polonia Medan. Saat itu, agen tiket di Medan mengiyakan permintaan Haris dengan nomor booking A0432C dengan tiket 1512100049545, serta tarif ongkos Rp550 ribu.

Lalu Selasa (8/2) pagi, Abdul Haris berangkat dari Padangsidimpuan (Psp) menuju Bandara Aek Godang, dan sekira pukul 07.00 WIB dirinya sampai di bandara. Setibanya di Bandara Aek Godang, Abdul Haris memberitahukan diri sebagai salah seorang penumpang dengan booking tiket dari Medan sembari menunjukkan identitas diri. Administrasipun diproses dan tidak ada masalah dan tas bawaannya bersama barang penumpang lainnya pun mulai diangkut menuju bagasi pesawat. Sebelum berangkat sembari menunggu di ruang tunggu bandara, kata Abdul Haris, tiba-tiba petugas Susi Air bernama Riko mendatanginya. Tujuannya, untuk meminta dirinya membatalkan keberangkatan pagi itu. “Minta maaf Pak, Bapak kita tunda keberangkatannya karena ada anggota dewan yang mau berangkat (Zul Achir Harahap, red),” kata Abdul Haris menirukan ucapan si petugas kala itu. Namun, Abdul Haris menjawab, “Tidak bisa. Saya harus berangkat pagi ini karena ibu saya hendak di operasi di Rumah Sakit Karawaci. Saya harus berangkat.”

Kemudian Haris melihat si petugas tersebut mendatangi satu-persatu penumpang lainnya yang tinggal menunggu keberangkatan juga, dan mengutarakan hal yang sama. Tetapi, terlihat jawaban penumpang lainnya tidak ada yang mau. Dan sekitar lima menit kemudian, si petugas kembali lagi mendatanginya, juga menyatakan hal yang sama.
“Saya bilang di mana anggota dewannya dan saya mau bicara. Dan ternyata anggota dewan tersebut yang duduk di sebelah saya. Saya bilang saya tidak bisa menunda keberangkatan karena ibu saya hendak operasi di Jakarta. Tapi si anggota dewan menyebutkan dirinya juga sangat perlu ke Medan membawa hasil kesepakatan sebuah kabupaten,” tuturnya saat itu kepada anggota dewan tersebut.

Baca Juga :  Padangsidimpuan Juara Umum Cabang Atletik

Akhirnya, Abdul Haris diam saja, dan dirinya melihat barangnya diturunkan lagi dari bagasi pesawat dibawa si petugas dan menyerahkannya. “Maaflah pak, itu bukan wewenang saya,” ungkap Abdul Haris menirukan ucapan si petugas Susi Air di Bandara Aek Godang. Ditegaskannya, karena batal berangkat Selasa pagi, dirinya yang juga sudah membooking pesawat Garuda Medan-Jakarta dengan waktu keberangkatan pukul 10.00 WIB terpaksa membatalkannya. Kemudian, dirinya terpaksa membooking lagi untuk keberangkatan Aek Godang-Medan Selasa (8/2) sore sekira pukul 16.30 WIB.

Setelah tidak jadi berangkat pagi hari, Abdul Haris bersama teman-temannya mendatangi agen tiket Susi Air di Jalan SM Raja, Kota Psp untuk meminta manifest atau daftar penumpang yang berangkat Selasa pagi tersebut. Dan hasil yang mereka peroleh, terlihat jelas di nomor 001 namanya tercantum sebagai penumpang keberangkat Selasa pagi dengan nomor booking A0432C dengan nomor tiket 1512100049545 dengan waktu keberangkatan pukul 07.30 WIB bersama 11 nama penumpang lainnya. “Di manifest nama saya yang tercantum, dan kalau terjadi sesuatu, tentu nama saya yang keluar. Pihak Susi Air di Medan memang sudah menelepon saya untuk meminta maaf, tapi saya bilang untuk apalagi, karena saya sudah batal berangkat pagi itu,” pungkasnya mengakhiri.

Zul Achir: Saya Sudah Pesan Tiket
Sementara Wakil Ketua DPRD Paluta, Zul Achir membenarkan, dirinyalah anggota DPRD yang berangkat menumpang Susi Air Selasa Selasa pagi, dan tidak ada menggeser kursi penumpang lainnya. “Pas itu, tapi kalau dia (Abdul Haris) menyangka saya bisa berangkat karena jabatan saya itu salah persepsi,” ujar Zul Achir Selasa (8/2) sore melalui telepon selulernya.

Diutarakan Zul, dirinya bisa berangkat naik pesawat Selasa (8/2) pagi karena sudah memesan tiket melalui ajudannya ke Bandara Aek Godang sekira pukul 06.30 WIB. Dan dasar itulah dirinya berangkat menuju Bandara Aek Godang untuk terbang ke Medan. “Pihak bandara mengatakan ada satu kursi lagi,” ucap Zul. Diungkapkan Zul, tiket dibayarnya sebesar Rp550 ribu, dan dirinya memang harus sampai pukul 10.00 WIB di Medan, karena ada agenda negara berupa pertemuan dengan BPK. Jika memang pihak penjual tiket Susi Air di Bandara Aek Godang menyebutkan sudah tidak ada tiket lagi, Zul juga akan melaporkannya tidak bisa hadir pukul 10.00 WIB tersebut. “Mungkin dia (Abdul Haris) merasa begitu. Tapi bukan karena jabatan saya bisa berangkat, melainkan karena saya sudah memesan tiket. Kalau memang sampai ada dua tiket yang berbenturan, seharusnya dia (Abdul Haris) menyalahkan pihak Susi Air, bukan kepada saya,” tuturnya.

Baca Juga :  Pemkab Madina Diminta Tinjau Ulang Kembali Izin Iup PT. M3

Sistem Online Kita Belum Ada
Risma, pihak manajemen Susi Air Medan mengatakan, penumpang atas nama Abdul Haris memang masuk manifest keberangkatan pagi yang booking tiketnya melalui Medan. Saat print manifest disampaikan ke perwakilan di Jalan SM Raja Kota Psp, penumpang sudah terlebih dahulu menuju Bandara Aek Godang yang jaraknya sekitar 40 kilometer dari Psp. Dan daftar penumpang yang akan berangkat pagi belum sepenuhnya sampai ke petugas Bandara Aek Godang karena sistem online di Bandara Aek Godang belum ada, sementara pesawat sudah hendak berangkat.

“Memang kelemahannya sistem online kami belum ada di Aek Godang. Tapi ke depan kalau sistem online belum ada, sudah kami sampaikan untuk diinformasikan ke Medan melalui telepon kalau memang ada penumpang yang memesan tiket melalui Bandara Aek Godang,” ucap Risma melalui telepon selularnya, Selasa (8/2) sore.

Diungkapkannya, pihak Susi Air sudah meminta maaf kepada Abdul Haris karena batal berangkat Selasa pagi, dan Abdul Haris berangkat Selasa sore tanpa harus membayar lagi. “Kita sudah minta maaf kepada Pak Abdul Haris, dan Pak Abdul Haris berangkat sore tidak membayar lagi,” tuturnya. (neo)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

3 Komentar

  1. Mestinya Bapak Anggota depeer itu mengalah dong…. kan wakil rakyat ? melihat rakyatnya lagi susah ingin melihat ibunya yg lagi sakit dan buru2 harus berangkat masa Bapak anggota depeer itu tak mau mengalah ? ah… jangan2 si Bapak anggota depeer ini yg lagi ” main” sama pegawai susi air. ( Susi Air di Nabire Papua oleh Bupati dilarang beroperasi karena sering bikin ulah dengan hal2 seperti ini ) kalau begini di Papua ada ungkapan2 sederhana yang ditujukan kepada orang2 yang arogan. ungkapannya sederhana tapi pedas. Begini : Memang ko siapa ? artinya orang tidak peduli dengan jabatan ataupun status seseorang itu… atau ” Hei jang ko beking diri inti” artinya….. jangan buat dirimu lebih penting ! maaf da fuang bapak anggota depeer ! hihihi…

  2. mengingat mobilisasi masyarakat Tabagsel dari dan ke P sidimpuan -medan-jakarta sudah cukup tinggi, sudah saatnya Pemda2 yg ada di Tabagsel memperluas bandara aek godang agar pesawat berbadan besar bisa mendarat, sehingga masyarakat Tabagsel yg melakukan perjalanan ke luar sumatera tidak harus melalui Bandara Polonia atau Sultan Syarif Kasim II atau Imambonjol

  3. perlu adanya administrasi yang bagus agar tidak terjadi ketidak adilan, kalau memang sitemnya blm bags harus segera diperbaiki.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*