Batas Daerah Masih Jadi Masalah Warisan di Sumut

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN– Batas daerah antara kabupaten dan kota termasuk daerah-daerah hasil pemekaran, masih menyisakan sejumlah masalah yang belum tuntas secara utuh di beberapa lokasi di Sumut.

Hal ini perlu penyelesaian secara sungguh-sungguh sehingga tidak menjadi “masalah warisan” yang terus berkembang dari tahun ke tahun. Asisten Ketataprajaan Setdaprov Sumut Hasiholan Silaen, menegaskan hal itu dalam Rapat Penegasan Batas antara Daerah Kabupaten/Kota Secara Pasti di Lapangan yang dihadiri pejabat terkait se-Sumut di Medan, Rabu (14/9/2011).

“Masih cukup banyak permasalahan yang harus ditangani serius terkait batas daerah, antara lain di beberapa lokasi di Deliserdang dengan Sergai, Asahan dengan Batubara, Asahan dengan Tanjungbalai, Tapsel dengan Paluta dan lainnya. Begitu juga permasalahan pilar batas utama (PBU) dan pilar batas antara (PBA) masih cukup kompleks,” ujarnya didampingi Kepala Biro Pemerintahan Umum Setdaprov Sumut H Nouval Makhyar.

Hasiholan mengakui penyelesaian permasalahan ini tidak terlepas dari ketersediaan anggaran yang diharapkan dapat didukung secara komit dan terpadu oleh seluruh kabupaten dan kota bersama provinsi untuk batas antar provinsi.

“Namun di luar dana, komitmen bupati dan walikota bersama jajarannya secara tulus dan tidak ditumpangi kepentingan-kepentingan lain untuk duduk bersama merupakan kunci utama penyelesaian batas ini,” ujarnya. (*) Laporan Wartawan Tribun Medan, Adol Frian Rumaijuk

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Divonis Bebas PN Medan - Zainal Nasuiton Gugat Polda Rp. 500 Juta

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*