Bawasda Bantah Penyimpangan APBD Rp8 M

SIBUHUAN – Samsul Bahri Batubara, Kepala Badan Pengawas Daerah (Bawasda) Kabupaten Padang Lawas (Palas) membantah adanya dugaan temuan penyimpangan APBD Palas TA 2010 Rp8 miliar.

Demikian Samsul Bahri mengatakan, saat dipertanyakan menyangkut adanya dugaan penyimpangan penggunaan anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Padang Lawas TA 2010. Namun ia tidak menyangkal adanya temuan penyimpangan.

Karena menurut hasil pemeriksaan Bawasda terhadap pengelolaan APBD untuk TA 2010 memang ditemukan penyimpangan di beberapa SKPD, tetapi itu hanya keterlambatan membayar pajaknya, juga keterlambatan menyusun laporan SPJ pelaksanaan kegiatan dan program masing-masing SKPD.

“Tidak benar ada penyimpangan dan penyalahgunaan dana APBD TA 2010, apalagi sampai Rp8 miliar, namun tidak dipungkiri ada temuan. Tapi itu hanya keterlambatan pelaporan dan penyampaian SPJ serta keterlambatan membayar pajak, sebatas pelanggaran administrasi saja,” tegasnya tadi malam.

Disinggung mengenai lemahnya kinerja Bawasda/Inspektorat Kabupaten Padang Lawas, termasuk dalam fungsi pengawasan manajemen pengelolaan keuangan, Samsul mengatakan Bawasda telah bekerja dengan baik dan maksimal  sesuai perintah pimpinan. Sekalipun anggaran perjalanan dinas yang ditampung di APBD TA 2011 cukup minim, hanya berkisar Rp350 juta.

Padahal yang diusulkan sekitar Rp2 miliar, namun yang disetujui hanya Rp350 juta. Sementara melihat geografis wilayah Kabupaten Palas cukup luas, terang Samsul.

Sedangkan Ketua Gerakan Mahasiswa Peduli Palas Mardan Hanafi Hasibuan, aktivis anti korupsi secara berasingan mengatakan Kaban Inspektorat Samsul Bahri Batubara harus dicopot dari jabatannya, karena kinerjanya rendah dan diduga tidak mampu melakukan pemeriksaan secara profesional sesuai mekanisme pengawasan keuangan.

Baca Juga :  Diduga Hasil Illegal Logging - 3 Truk Muatan Kayu Diamankan Polres Tapsel

waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*