Bawaslu Merekomendasi Pemilihan Ulang di 4 Provinsi

Pekerja pemilu, dikawal polisi dan tentara, gunakan kuda mengangkut kotak suara ke TPS di daerah terpencil di Tlogosari, Jawa Timur, Indonesia, 8 Juli 2014. Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia bersiap untuk pemilihan presiden baru. (AP/Trisnadi)

Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merekomendasikan pemugutan suara ulang di kabupaten dan sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di empat Provinsi, yaitu Maluku Utara, Daerah istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, dan Sulawesi Tenggara. Rekomendasi pemungutan suara ulang itu disampaikan Ketua Bawaslu, Muhammad, di Jakarta, Sabtu, 12 juli 2014.

Ditambahkan oleh Muhammad bahwa pemungutan suara ulang itu tak boleh mengganggu alur penghitungan suara berjenjang. “Maksimal Ahad, 13 Juli sudah harus masuk ke tingkat kecamatan,” kata Muhammad.

Di dua kabupaten, Morotai dan Halmahera Tengah, di Maluku Utara, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara membagikan surat suara kepada kedua saksi saat pemungutan berakhir. Lantaran dianggap masif, kata Muhammad, KPU setempat diwajibkan untuk menggelar pemungutan suara ulang.

Di Yogyakarta juga ada satu tempat pemungutan suara yang jumlah suaranya memiliki selisih dua suara dengan jumlah pemilihnya. Bawaslu juga merekomendasikan langsung pemungutan suara ulang. “Kalau selisihnya satu masih ditolerir,” kata dia.

Di TPS di Indramayu, Jawa Barat juga ada seseorang yang memberikan suaranya lebih dari sekali. Petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara mengizinkan pemilih ini mencoblos untuk mewakili saudara-saudaranya. “Ada di TPS 37, 38, 39, dan 40,” kata dia.

Baca Juga :  Sertijab Kepala Sekolah Baru SMK Negeri 1 Aek Nabara Barumun

DDi Sulawesi Tenggara, ada seorang KPPS yang menuliskan sekitar 200 lebih nama pemilihnya di kertas suara. Alasan KPPS, kata Muhammad, untuk memudahkan. “Namun itu melanggar prinsip kerahasiaan,” kata dia./TEMPO.CO ,

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*