Bayar Retribusi Rp75 Ribu, Pedagang Pabukoan Protes

Ratusan pedagang pabukoan di pelataran pusat Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), memprotes banyaknya kutipan retribusi sebesar Rp75 ribu, yang dilakukan oknum pegawai kecamatan.

“Kami kesal atas tindakan ini, kami protes karena tindakan yang dilakukan tidak etis dan tidak berperikemanusiaaan, kami dipungut sejumlah petugas dari kecamatan hingga Rp75 ribu rupiah per pedagang, tanpa jelas peruntukkannya,” keluh beberapa pedagang yang didominasi kaum ibu yang enggan disebutkan identitasnya kepada METRO, Senin (23/8) di pelataran pusat Pasar Gunung Tua.

Diakui pedagang, mereka setiap harinya membayar retribusi sampah kepada pegawai kecamatan sebesar Rp5 ribu. Namun yang mereka sesalkan adanya kutipan uang sebesar Rp75 ribu tanpa kwitansi. “Kami sudah bayar retribusi sampah sebesar Rp5 ribu dan tidak komplain, tapi kalau kutipan sebesar Rp75 ribu, kami tidak mau bayar, karena kutipan itu tidak ada bukti atau tanda pembayaran. Masa kami seperti dijajah di daerah sendiri,” ungkap mereka.

Mereka berharap, Bupati Paluta Drs Bachrum Harahap menindak Oknum pegawai Kecamatan Padang bolak yang melakukan pengutipan. “Pasar pabukoan hanya selama bulan puasa, untuk untung saja tidak begitu besar, banyak sekali kutipan dek, tanpa jelas kegunaannya. Jika pengutipan terus dilakukan, mau makan apa lagi kami di rumah. Bapak Bupati, tolong kami warga mu ini,” pinta warga.

Baca Juga :  Proyek di Pasar Sipirok Dipertanyakan

Camat Padang Bolak, Drs Agus Salim Simatupang MAP melalui Sekcam Padang Bolak, Pangaribuan Dalimunte mengaku tidak tahu adanya pengutipan sejumlah uang dari para pedagang pabukoan di pelataran pasar Gunung Tua. Dan berjanji, akan membicarakan dengan Camat Padang Bolak terkait kutipan itu.

Sumber: http://metrosiantar.com/MENUJU_PALAS-PALUTA/Bayar_Retribusi_Rp75_Ribu_Pedagang_Pabukoan_Protes

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*