Bayi 1,5 Tahun Terkena Peluru Nyasar

Jakarta – Seorang balita yang masih berusia 1,5 tahun diduga terkena peluru nyasar saat sedang tertidur di rumahnya di RT 07 RW 02 Kelurahan Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur, pada Ahad dinihari, 6 Juli 2014. Akibatnya, bocah bernama Putri Anjani itu terluka di bagian belakang kepalanya.

Ditemui di rumahnya, kakek Putri, Epiana, 47 tahun, menceritakan kejadian yang menimpa cucunya itu, terjadi pada pukul 03.00 WIB. Saat itu, Epiana tengah menonton pertandingan Piala Dunia di ruang televisi.

“Tiba-tiba tersengar suara benturan dari kamar cucu saya dan orangtuanya di lantai 2. Saya kaget langsung bilang astagfirullah dan cek ke atas (kamar),” kata dia kepada Tempo, Selasa, 8 Juli 2014.

Di kamar itu, orangtua Putri sudah terbangun dan menggendong Putri. “Saya langsung gendong cucu saya turun, orangtuanya lagi cari sumber suara,” ujarnya.

Saat menggendong Putri itu, Epiana terkejut karena tangan dia banyak darah. “Ternyata belakang kepala cucu saya luka dan mengeluarkan darah,” kata dia. Putri kemudian dibawa ke klinik. “Dokter bilang lukanya akibat benda tajam,” kata dia.

Epiana pun baru mengetahui Putri terkena peluru nyasar, setelah ditemukan proyektil di lantai kamar Putri. “Anak saya (Cindy, 19 tahun) ngeliat ada proyektil di karpet,” ujarnya. Selain itu, Epiana melanjutkan, atap genteng rumah juga bolong. “Atas plafon geteng bolong diduga karena peluru itu.”

Baca Juga :  Sumiati Sudah Bisa Makan

Namun, dia mengaku tidak mendengar adanya bunyi tembakan. Berdasarkan informasi warga sekitar, kata dia, saat itu tengah terjadi tawuran di sekitar depan kantor Jasa Marga. “Tapi samar-samar infonya, entah siapa yang tawuran.”

Kasus ini pun telah dilaporkan keluarga ke Kepolisian Sektor Kramat Jati. “Langsung lapor, karena kan ketemu proyektil. Saya juga sudah diperiksa,” ujarnya.

Kepala Kepolisian Sektor Kramatjati, Komisaris Handini mengatakan masih menyelidiki kasus dugaan terserempet peluru nyasar itu. “Masih diselidiki, proyektil pelurunya juga sudah kami bawa ke laboratorium forensik untuk dilakukan uji balistik,” kata dia./TEMPO.CO,

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*