Bayi Asal Rimba Soping Lahir Usus Terburai

SIDIMPUAN-METRO; Seorang bayi perempuan dari Desa Rimba Soping, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Angkola Julu, Kota Psp, lahir dengan ususnya terburai atau keluar dari perutnya, Rabu (19/5) sore sekira pukul 16.00 WIB. Saat ini, bayi malang tersebut dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Psp.

545323875f5c192f30ea109f5cd3d15bfd1fe8c Bayi Asal Rimba Soping Lahir Usus Terburai
Bayi perempuan dari Desa Rimba Soping, Kecamatan Psp Angkola Julu, Kota Psp, lahir dengan ususnya terburai, Rabu (19/5) sore . Bayi malang tersebut saat ini dirawat di RSUD Kota Psp.

Putri pertama pasangan Asrul Sani Sagala (22), dan Romaida boru Ritonga (18) tersebut dirawat di dalam inkubator di ruang anak, dengan dijaga oleh kakek dan neneknya dari pihak ayah bayi, Maksum Sagala dan Juliana Siregar. Sementara Asrul Sani sedang mengurus istrinya Romaida yang belum fit karena baru melahirkan.

Maksum Sagala dan Juliana Siregar kepada METRO, Kamis (20/5) di ruang tunggu RSUD Psp mengatakan, mereka sekeluarga tidak menyangka bahwa cucu pertamanya yang belum diberi nama itu lahir dengan kondisi yang menyedihkan.

Dikatakannya, Asrul adalah anak pertama mereka dari 5 bersaudara dan masih baru beberapa tahun menikah dengan Romaida. Keduanya bekerja mengusahakan lahan sawah milik keluarga dan tinggal di rumah kontrakan dan hidup serba kekurangan.

Diceritakannya, pada saat proses kehamilan menantunya tersebut, ketika usia kandungannya sekitar 6 bulan, Romaida pernah terjatuh di pematang sawah. Namun saat itu tidak ada terjadi apa-apa. Pihak keluarga menduga akibat Romaida terjatuh tersebut, maka cucunya lahir dengan usus terburai.

Sementara saat proses kelahiran cucunya itu, menantunya sudah merasakan hendak melahirkan pada Rabu (19/5) pagi sekira pukul 09.00 WIB. Karena ketiadaan biaya untuk persalinan menggunakan bidan dan tenaga kesehatan lainnya, kemudian keluarga memutuskan untuk membantu proses persalinan menggunakan dukun beranak dari desa setempat. Tapi setelah hampir seharian tidak juga selesai.

Pihak keluarga pun akhirnya memutuskan untuk memanggil bidan setempat, Masniari boru Saragih untuk menolong persalinan Romadia di rumahnya. Kemudian sekitar pukul 16.00 WIB, akhirnya bayi perempuan ini lahir dengan selamat.

Baca Juga :  Proyek 2008 Dishubprovsu di Bandara Aek Godang disidik

Masniari Boru Saragih bidan yang menolong proses persalinan cucu Juliana Siregar ini kepada METRO saat mendampingi keluarga bayi di RSUD Psp mengatakan, setelah dirinya menolong persalinan dengan posisi bayi saat keluar miring ke sebelah kiri, tidak terlihat keanehan apa-apa. Namun saat dirinya hendak memotong tali pusar bayi, dirinya sangat terkejut setelah mengetahui bahwa usus bayi berjenis kelamin perempuan ini terburai atau berada di luar perutnya.

Kemudian dengan sigap dirinya meminta kepada keluarga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan agar langsung membawa si bayi ke Puskesmas Poken Jior. Selanjutnya oleh Kepala Puskesmas Poken Jior, dokter Masriyanti K Nasution, didiagnosa menderita omfalokel atau usus keluar. Lalu pihak Puskesmas Poken Jior merujuk bayi ini untuk dirawat ke RSUD Psp agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Di RSUD Psp, bayi malang ini kemudian ditangani oleh dokter spesialis anak, Leon Agustin dan ditempatkan di inkubator agar steril.

Wakil Direktur RSUD Psp, A Pasaribu kepada METRO mengatakan, kasus seperti ini bukanlah kali pertama ada dan dirawat oleh RSUD Psp, namun sudah banyak. Hanya saja dikatakan Pasaribu, dikarenakan perlatan tidak memadai di RSUD Psp, maka bayi dirujuk ke rumah sakit di Medan untuk dioperasi.

“Kita tidak memiliki peralatan memadai, makanya kita rujuk ke rumah sakit di Medan. Di sini kita hanya merawat sampai mereka berangkat ke Medan. Kalau dari hasil diagnosa dokter spesialis anak, Leon Agsutin, bayi ini menderita omfalokel atau usus keluar, dan biasanya merupakan bawaan lahir. Kartu Jamkesmas bisa dipergunakan di mana saja, itu tidak usah khawatir. Rujukannya juga berlaku sebulan ini mengingat mereka tidak ada biaya,” jelasnya.

Baca Juga :  Di Psp dan Tapsel 280 Siswa Tak Lulus UN

Butuh Bantuan untuk Biaya Operasi

Maksum Sagala dan Juliana Siregar menuturkan, meskipun perawatan cucunya menggunakan kartu Jamkesmas, namun untuk biaya operasi di Medan, mereka sangat berat mengingat mereka adalah keluarga tidak berada.

“Saat ini saja, keluarga sedang mengupayakan meminjam uang kepada sanak keluarga, tetangga dan lainnya agar cucu kami ini bisa dioperasi di Medan, karena kami tidak punya uang. Belum lagi nanti biaya hidup kami di sana. Kalau sudah ada uang, kami baru pergi ke Medan,” ungkapnya.

Menurut bidan penolong bayi ini, Masniari boru Saragih, diperkirakan biaya untuk operasi bayi ini sangat mahal. Untuk itu kepada dermawan yang ada di Tabagsel diharapkan untuk membantu biaya operasi bayi ini di Medan. (phn)

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Bayi_Asal_Rimba_Soping_Lahir_Usus_Terburai

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*