Bayi Perempuan Itu Masih Dirawat di RSUD Sibuhuan – Sehat dan Aktif, Juga Butuh Pakaian

Bayi perempuan yang ditemukan warga masih ditempatkan dalam inkubator di RSUD Sibuhuan, Sabtu (10/1). (Parningotan)

PALAS – Bayi perempuan yang ditemukan warga pada Jumat (9/1) pagi di tepi jembatan Desa Sihiuk, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas, masih dirawat di RSUD Sibuhuan. Kondisi bayi yang dimasukkan inkubator itu, sehat dan aktif.

Dalam sehari bayi yang ditemukan dibungkus celana tidur itu, sanggup menghabiskan 1 kotak susu formula (0-6 bulan) seberat 800 gram. Petugas yang berjaga, baik pagi siang dan malam terus mengontrol dan memberi asupan susu bayi.

“Susu untuk usia 0-6 bulan yang kita beri. Bayi tersebut kuat minum susu. Dua jam sekali kita beri susu,” terang Nurasiah Hasibuan, perawat yang bertugas, Sabtu (10/1).

Sejauh ini perawatan secara maksimal terus dilakukan oleh petugas di RSUD. Namun hingga hari ini perawat kewalahan karena persediaan pakaian bayi sudah habis. Bahkan, persediaan pakaian bayi yang ada di RSUD telah digunakan semua.

“Kondisi bayi yang aktif sebentar-sebentar buang air. Sampai saat ini tidak ada lagi persediaan pakaiannya. Dan, stok pakaian di rumah sakit pun sudah habis dipakai untuk bayi itu. Makanya kalau ada yang berkenan memberikan pakaian untuk bayi itu, silahkan menyumbang ke mari,” sebut perawat.

Kapolsek Barumun AKP Huayan Harahap melalui Kanit Reskrim Iptu M Harahap, menyatakan, pihaknya untuk sementara waktu tetap menempatkan bayi perempuan yang ditemukan di RSUD Sibuhuan sebelum diserahkan kepada Dinas Sosial Pemkab Palas. Rencananya pihak kepolisian akan melakukan penyerahan bayi kepada Dinsos pada Senin (12/1) mendatang.

Baca Juga :  Pemerintah Hanya Ecek-Ecek Benahi Aek Latong?

“Selanjutnya terserah Dinas Sosial memberikannya kepada orangtua yang siap mengasuh anak tersebut. Rencana Senin akan kita serahkan,” imbuh kanit.Soal adopsi, pasangan Lokot Pohan (62) dan Nurmala Pulungan, warga Sihiuk yang turut mengantarkan bayi ke RSUD Sibuhuan, mengaku siap mengadopsi anak yang ditemukan bersama warga tersebut.

Pasangan yang baru menikah dua minggu itu ingin menjadikan bayi itu sebagai anaknya. “Dari pihak istri saya itu, hingga kini belum memiliki keturunan. Memang kami menikah belum genap dua minggu, tapi kami siap mengadopsinya dan menganggapnya sebagai anak sendiri,” pungkasnya. (tan)


METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*