Bayi Tabung Kembar Empat Lahir di Medan

Foto: Khairul Ihwan/detikcom

Medan – Seorang ibu melahirkan empat bayi yang berasal dari proses bayi tabung di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Stella Maris, Jl Samanhudi, Medan, Sumatera Utara (Sumut). Kondisi keempat bayi yang semuanya berjenis kelamin perempuan tersebut dalam keadaan baik, namun masih dirawat di inkubatur karena lahir prematur.

Keempat bayi tersebut untuk sementara masing-masing dinamakan Mardiana 1, 2, 3 dan 4, mengikut pada nama sang ibu. Dokter Bugis Madina Lubis yang merawat bayi tersebut menyatakan, salah satu bayi memang mengalami masalah kesehatan, tetapi tidak serius.

“Kondisinya membaik,” kata Lubis kepada wartawan di RSIA Stella Maris.

Bagi pasangan Denny Kusyanto (36) dan Mardiana (29), keempat anak ini merupakan keturunan mereka yang pertama, setelah enam tahun lebih menikah. Warga Subulussalam, Aceh ini, sudah melakukan banyak upaya sebelum akhirnya mencoba melakukan pemeriksaan di Medan.

Dari pemeriksaan yang dilakukan dokter Binarwan Halim, ternyata ada masalah pada sel sperma suami, atau biasa dikenal dengan istilah azzoospermia. Kondisi ini menyebabkan proses pembuahan secara normal tidak berhasil. Untuk mengatasi masalah tersebut, hanya bisa dilakukan melalui program bayi tabung.

“Kita tidak menawarkan alternatif inseminasi atau pola yang lain, hanya bayi tabung. Seterusnya dilakukan operasi untuk mengambil sperma, dan dalam proses menjadi 11 embrio,” kata Binarwan.

Dari 11 embrio itu, hanya tiga yang ditanamkan ke rahim Mardiana, sementara yang lainnya dibekukan, dan dapat dicairkan jika memang dibutuhkan. Ternyata dari tiga embrio yang ditanamkan itu, dua embrio membelah menjadi dua, sehingga ada lima embrio di rahim.

Baca Juga :  “Kuikhlaskan Kepergiannya, Tapi mengapa Harus Ditembak Mati…”

Namun kemudian satu embrio, menyusut dengan sendirinya, jadi ada empat yang kemudian berkembang menjadi bayi dan lahir dengan berat berbeda pada 19 Desember 2012 lalu. Bayi Mardiana 1 lahir dengan berat 900 gram, Mardiana 2 seberat 1.035 gram, Mardiana 3 seberat 1.020 gram dan Mardiana 4 seberat 985 gram.

Bayi-bayi tersebut lahir prematur, yakni pada minggu ke 30 kehamilan padahal normalnya antara 37 hingga 42. Kondisi ini memang sudah diperkirakan, sebab itu sejak 9 Desember Mardiana sudah berada di rumah sakit untuk mengantisipasi kelahiran prematur. Dan ternyata benar, pada dinihari dia melahirkan melalui operasi caesar.

“Di Sumatera Utara, ini merupakan keberhasilan pertama bayi tabung kembar empat, kalau di di Indonesia ada beberapa. Paling sekitar dua persen jumlahnya,” ujar Binarwan.

detiknews.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*