Bayi Usus Terburai dari Ds. Rimba Soping Akhirnya Meninggal

SIDIMPUAN;  Bayi perempuan dari Desa Rimba Soping, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Angkola Julu, Kota Psp, yang lahir dengan usus terburai atau keluar dari perutnya, akhirnya meninggal dunia, Minggu (23/5) sore sekira pukul 15.45 WIB. Sebelumnya, buah hati pasangan Asrul Sani Sagala (22), dan Romaida boru Ritonga (18) tersebut, sempat dirawat selama 4 hari di RSUD Kota Psp.

545323875f5c192f30ea109f5cd3d15bfd1fe8c Bayi Usus Terburai dari Ds. Rimba Soping Akhirnya Meninggal
Bayi perempuan dari Desa Rimba Soping, Kecamatan Psp Angkola Julu, Kota Psp, lahir dengan ususnya terburai, Rabu (19/5) sore . Bayi malang tersebut saat ini dirawat di RSUD Kota Psp.

Maksum Sagala dan Juliana Siregar, kakek dan nenek bayi malang tersebut tampak tidak bisa menyembunyikan kesedihan mereka di RSUD Kota Psp, saat berkemas hendak pulang, Minggu (23/5).

Kepada METRO, Maksum dan Juliana mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan selama ini dengan mempublikasikan kesusahan yang mereka alami. Namun ternyata, Allah SWT berkehendak lain atas kehidupan cucu mereka tersebut.

“Terima kasih atas segalanya amang. Tapi rupanya beginilah nasib cucu kami ini. Cucu kami menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 15.45 WIB,” ujar keduanya sambil menitikkan air mata.

Diceritakan mereka, sebelumnya sudah ada beberapa dermawan bersama Camat Angkola Julu, Iswan Nagabe Lubis yang akan menanggung semua biaya perobatan cucunya dan biaya lainnya ke Medan. Bahkan, sebut mereka, rencananya cucu mereka tersebut akan berangkat ke Medan, Minggu (23/5) sekitar pukul 17.00 WIB untuk dioperasi. Namun belum lagi berangkat ke Medan, cucunya sudah menghembuskan nafasnya yang terakhir.

“Padahal kami sudah sempat bergembira dan berharap besar, karena kabar dari Pak Camat akan ada dermawan yang akan membantu biaya perobatan kami. Tapi belum lagi berangkat, cucu kami ini sudah pergi. Tapi sudahlah suratan nasib kami orang miskin ini, kami ikhlas atas semuanya. Sekali lagi terima kasih amang atas bantuannya,” tutur keduanya sesunggukan.

Baca Juga :  Terkait Pipa Limbah Bocor, Ikan di Sungai Bermatian - PT Virco Bahas Tuntutan Warga

Diutarakan mereka, jenazah cucu mereka akan dimakamkan pada hari Minggu (23/5) di TPU Desa Rimba Soping. “Kita putuskan untuk di kuburkan sekarang juga, karena kita tidak tahan dan sedih setiap mengingatnya,” ujarnya.

Sementara itu, ibu si bayi Romaida boru Ritonga, tidak ada berbicara sepatah katapun saat ditemui di rumah duka. Dia hanya diam dengan pandangan kosong dan tubuhnya juga masih lemah setelah 4 hari melahirkan. Sedangkan nenek bayi tidak hentinya menangis. Tampak kerabat dan keluarga memberikan kata-kata kekuatan dan kesabaran kepada keluarga malang ini.

Bidan yang menolong ibu bayi saat melahirkan, M Sagala kepada wartawan, Minggu (23/5) mengatakan, seharusnya Minggu (23/5) sore sekira pukul 17.00 WIB, bayi yang lahir dengan usus terburai tersebut akan diberangkatkan ke Medan untuk dioperasi. Di mana mobil ambulans sudah disiapkan di depan rumah si bayi sejak pukul 16.00 WIB. Namun takdir berkata lain.

Dikatakannya, ada dua dermawan yang memberikan pertolongan biaya untuk keluarga si bayi. Di mana dana yang terkumpul dari dua dermawan ini yakni dari Camat Angkola Julu, Iswan Nagabe sebesar Rp1,7 juta, dan dari salah satu dermawan lainnya sebesar Rp3 juta, dan sudah diberikan kepada pihak keluarga.

“Tapi rupanya Allah SWT berkata lain. Kita sudah upayakan berbuat untuk menolong, begitu juga dengan kita semua, serta dengan adik melalui publikasi. Karena salah satu dermawan kita mengetahui kejadian ini adalah setelah membaca berita di koran. Terima kasih kepada kita semua,” ucapnya. (phn)

Baca Juga :  Anggota DPRD Mandailing Natal Bawa Nurhabibah ke Rumah Sakit

Sumber: http://metrosiantar.com/sidimpuan_raya_/Bayi_Usus_Terburai_Akhirnya_Meninggal

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*