BBM Naik, India Lumpuh

MOGOK - Aksi mogok massal yang dibarengi penghentian aktivitas oleh beberapa perusahaan industri di sejumlah kawasan di India. Foto: Prakash Singh/Agence France-Presse/Getty Images.

Keputusan pemerintah India untuk mencabut subsidi bahan bakar minyak (BBM) bulan lalu berdampak serius. Kemarin (5/7) di bawah komando oposisi, ribuan warga di beberapa negara bagian memprotes kebijakan yang tidak populis tersebut. Akibatnya, transportasi di negeri Taj Mahal itu terganggu.

Dampak terparah protes yang digagas Partai Bharatiya Janata (BJP) itu terjadi di empat negara bagian pro-oposisi. Yakni di West Bengal, Maharashtra, Karnataka dan Bihar. Di Kota Mumbai, ibukota Maharashtra, protes kenaikan harga BBM tersebut mengacaukan penerbangan. “Sebanyak 49 keberangkatan domestik dan 39 kedatangan domestik terpaksa dibatalkan,” terang petugas bandara kepada Agence France-Presse.

Kekacauan yang sama terjadi di bandara domestik West Bengal di Kota Calcutta. Sebagian penerbangan domestik dari dan ke ibu kota West Bengal terpaksa dibatalkan. Bukan hanya itu, di dua negara bagian tersebut, para demonstran juga melakukan aksi anarkistis. Mereka melempari bus yang melintas dengan batu dan memblokade jalanan dengan membakar ban.

Sebenarnya, pemerintah lokal Maharashtra sudah berupaya maksimal mengantisipasi aksi protes yang dijadwalkan berlangsung 12 jam tersebut. Minggu (4/7) lalu, aparat mengamankan sedikitnya 1.000 aktivis oposisi di seantero Mumbai, kota bisnis India. Meski demikian, protes akbar kemarin tetap berjalan sesuai rencana dan cenderung anarkistis.

Kemarin pusat bisnis IT India di Kota Bangalore, ibukota Karnataka, juga lumpuh. Ratusan perusahaan software, termasuk perusahaan raksasa Infosys dan Wipro, memilih meliburkan diri. Industri itu menghimbau karyawan mereka untuk tetap berada di rumah dan tidak terlibat dalam aksi protes. Sebagian besar pertokoan di pusat keramaian dan sekolah di kota tersebut juga tutup.

Baca Juga :  Husni Mubarak Mundur, Rakyat Mesir Berpesta

Namun, kekacauan transportasi di empat negara bagian itu sama sekali tidak menyentuh Kota New Delhi. Ibukota negara yang dikuasai Kongres Nasional India, partai pemerintah tersebut, tetap adem-ayem. Aktivitas warga dan bisnis di kota berpenduduk sedikitnya 300 ribu jiwa itu berjalan normal. Bahkan, pemerintahan Perdana Menteri (PM) Manmohan Singh ngotot mempertahankan kebijakannya.

“Tidak ada alasan untuk mencabut lagi kebijakan tersebut,” tegas Menteri Keuangan Pranab Mukherjee. Sebab katanya, kebijakan itu dirasa tepat untuk memangkas defisit anggaran belanja negara. Lewat kebijakan tersebut, menurut Reuters, harga bensin naik sekitar 3,5 rupee (sekitar Rp 677) per liter. Sedangkan harga solar dan minyak tanah naik masing-masing 2 dan 3 rupee (sekitar Rp 386 dan Rp 580).

Sumber: http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=67294

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*