Begal Teman Sendiri Terjadi Dikota Padangsidimpuan

Kapolres Psp AKBP M Helmi Lubis SIK melalui Kasat Reskrim AKP DB Diriono Sihotang yang disampaikan KBO Ipda JJ Harahap, memaparkan kronologis terungkapnya kasus pembunuhan yang disertai perampokan tersebut
siapa pembunuh pembegal Yusri Rambe. Dua jam setelah penemuan jenazah Yusri atau sekira pukul 09.00 WIB, seorang tersangka ya

rumah duka

Cerita JJ, begitu korban dibawa ke rumah sakit, pihaknya mendapat informasi dari ibu korban bernama Tuti. Diceritakan Tuti kepada polisi, bahwa malam sebelumnya, Yusri diketahui bersama beberapa kawannya yang biasa berkumpul di sebuah warnet tidak jauh dari kediaman mereka di daerah Padangmatinggi.

Mendapat info tersebut, pihaknya pun langsung bergerak cepat dan mengamankan sejumlah saksi yang disebutkan.

“Begitu kita dapat nama-nama dan alamatnya, petugas langsung bergerak dan mencari orang-orang yang diduga kuat mengetahui dengan siapa korban pada malam sebelumnya,” ungkapnya sembari mengatakan bahwa pihaknya langsung mengamankan 3 warga yang diketahui sebagai kawan-kawan korban.

Dari 3 warga yang diamankan itu, masing-masing diketahui bernama Popai, Willi dan juga Dodi. Awalnya, petugas mengamankan Popai dari kediamannya di Jalan Bakti ABRI II. Selanjutnya, ungkap JJ, Popai mengaku sempat melihat korban nongkrong di warnet bersama Willi. Dan kemudian Willi pun diamankan saat sedang membangun teratak persis di depan rumah korban. Dari Willi, petugas mendapat dua nama, yaitu Surya dan Dodi. Sambil membawanya, Dodi pun akhirnya ditemukan saat sedang berada di rumahnya di daerah Silandit yang juga berdekatan dengan Jalan Bakti ABRI II.

Sedangkan satu nama lain, sampai saat ini masih dalam pencarian. Setelah itu, ketiganya pun diboyong ke Mapolres untuk dimintai keterangan. Akhirnya, dari nama-nama tersebut, Dodi-lah yang diduga kuat sebagai tersangka pembunuhan, sekaligus yang membawa kreta korban.

Almarhum Saat5 di Rumah Duka

Saat ditanya petugas, ia sempat mengelak. Namun setelah dilakukan penggeledahan di kediamannya serta keterangan yang didapat dari istrinya Irma Suryani, petugas menemukan pakaian tersangka yang masih berlumuran darah, ditaruh dalam ember.

“Setelah kita tanya baju dan celananya yang kita temukan masih berlumuran darah, akhirnya dia (Dodi, red) tidak bisa mengelak lagi. Dodi pun mengakui perbuatannya yang sudah membunuh serta mengambil kreta korban yang tidak lain adalah temannya sendiri,” terang JJ.

Baca Juga :  Pembangunan Pemukiman di Badan Sungai Batang Ayumi Padangsidimpuan Dikecam

Kreta Dijual ke Madina Pengakuan tersangka, pasca membunuh korban, sepedamotor Kawasaki Ninja milik Yusri dibawa dan dijual ke daerah Kabupaten Mandailing Natal.

“Kurang lebih dari pertama kali mayat ditemukan, selanjutnya dibawa ke rumah sakit, hanya butuh waktu sekitar 2 jam untuk mengungkap kasus ini. Dan sampai saat ini kita masih membawanya untuk mencari keberadaan kreta yang menurut pengakuannya, sudah dijualnya ke daerah Madina,” tambah KBO Ipda JJ Harahap.

JJ juga mengatakan, tersangka mengaku menjual kreta korban dengan harga yang disepakati, yaitu Rp5 juta. Namun uang yang baru diterimanya masih Rp1,8 juta.

“Makanya sampai saat ini masih kita kembangkan untuk mendapatkan kreta yang dijualnya, berikut pisau yang digunakannya untuk membunuh korban yang diakuinya sempat dibuangnya di daerah Aek Sijorni.”

Tambahnya, menurut pengakuan Dodi juga, aksi yang terbilang sadis itu dilakukannya sekira pukul 12 malam.

Bahkan, tersangka dan korban sempat berkeliling Kota Psp untuk menghabiskan malam. Jelasnya lagi, motif sementara pelaku nekat menghabisi nyawa korban, diduga kuat ingin menguasai kreta korban dan juga ada unsur sakit hati.

“Pelaku belum kita periksa secara maksimal, karena kita masih mengembangkan kasusnya untuk mendapatkan kreta korban yang sudah dijual. Namun dugaan kuat, selain ingin menguasai harta korban, ada juga unsur sakit hati pelaku kepada korban. Soalnya pengakuannya, ia sering diremehkan korban dan mengatainya miskin,” tukas perwira pertama tersebut.

Hal itu juga diakui Willi, salah seorang saksi yang diamankan. Katanya, pada Sabtu malam sekira pukul 21.00 WIB, ia sempat melihat korban dan tersangka berboncengan dan mampir ke warnet yang ada di kediamannya.

“Malam itu saya sempat lihat mereka berdua berboncengan naik kreta. Dodi dibonceng dan korban yang membawanya. Tapi aku nggak menyangka kalau si Dodi itu yang membunuhnya. Padahal kulihat akrab sekali mereka berdua,” akunya saat ditemui METRO TABAGSEL di ruangan Sat Reskrim Polres Psp.

Irma Akui Suami Membunuh

RUPANYA, pembunuhan yang disertai perampokan itu diduga kuat sudah direncanakan Dodi. Hal itu terungkap dari pernyataan istrinya, Irma Suryani, yang sore sebelumnya sempat melihat suaminya membawa sebilah pisau.

Kepada suara nusantara, Minggu (12/7) saat ditemui di ruangan Sat Reskrim Polres Psp, Irma yang sedang dimintai keterangannya oleh polisi, mengaku mengetahui adanya pembunuhan tersebut dari mulut suaminya sendiri.

Baca Juga :  Tuntut Pertanggungjawaban Defisit Kab. Madina Rp.43 Miliar - AMP2M-Polisi & Satpol PP Saling Dorong di Kantor Dinas Keuangan

Meskipun saat itu ia merasa tidak percaya, namun ia curiga karena mendapatkan pria yang baru satu tahun menikahinya itu pulang dengan kondisi baju serta celana berlumuran darah.

“Dibilangnya samaku, baru membunuh orang dia. Terus disuruhnya aku cepat-cepat merendam pakaiannya untuk dicuci,” ujar wanita berkulit putih itu.

Memang, kata Irma, Sabtu sore sekira pukul 17.00 WIB, suaminya itu keluar rumah dengan berjalan kaki dan membawa sebilah pisau. Biasanya, ia selalu nongkrong di warnet tempat korban dan kawan-kawannya sering berkumpul.

“Kalau pisau itu, memang ada saya lihat dibawanya. Memang setiap dia keluar rumah selalu membawa pisau. Saya tanya buat apa pisau itu, tapi dia selalu memarahi saya. Bukan urusanmu itu,” kata Irma mengingat ucapan suaminya.

Irma mengaku, sejak Sabtu sore suaminya keluar rumah, baru kembali pada Minggu pagi sekira pukul 07.00 WIB. Bahkan, sambil gemetaran, Dodi memberikannya uang Rp1,8 juta yang katanya hasil menjual kreta korban.

“Kuambil uangnya, dan digantinya bajunya, terus dia tidur. Tapi kulihat dia gemetaran. Tak berapa lama barulah datang polisi dan membawanya,” ujarnya yang tidak menduga suaminya memang benar-benar baru membunuh orang yang tidak lain kawannya sendirng diketahui bernama Dodi Saputra Siregar (22) warga Silandit, ditangkap dari kediamannya.


SS-email

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*