Begini Cara Memastikan Nutrisi Anak Sudah Seimbang atau Belum

Yogyakarta, Sebelumnya dokter spesialis anak dari RSUP Dr Sardjito mengatakan bahwasanya nutrisi anak Indonesia kurang berimbang. Akibatnya ada ketimpangan, di mana banyak anak yang kekurangan sekaligus kelebihan nutrisi. Lantas bagaimana orang tua mengantisipasi hal ini?

Menurut Prof Dr Ir H Hardinsyah, MS., Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat IPB, untuk memastikan apakah nutrisi yang diasup anak sudah seimbang atau belum, hal pertama yang dapat dilihat dari anak adalah ukuran tubuhnya

“Apakah panjang badan anak kita ini mengikuti umumnya. Jadi kalau anak-anak kita lebih kecil dari anak-anak tetangga kita harus mulai curiga (lalu) konsul dengan spesialis anak. Kalau tidak ada, tanya dulu ke yang terdekat seperti puskesmas,” papar Prof Hardin dalam talkshow Vitalac dengan 5 Star Nutri ‘Nutrisi Berkualitas Internasional untuk Anak Indonesia’ di Hotel Phoenix dan ditulis Kamis (29/5/2014).

Akan lebih baik lagi bila orang tua memiliki KMS (Kartu Menuju Sehat) untuk memantau tumbuh kembang anaknya. Hal ini karena kartu ini mencantumkan berbagai indikator kesehatan anak, misal tinggi dan berat badan.

“Datanglah ke posyandu rajin untuk menimbang, menimbang (berat badan) ibu dan juga menimbang anaknya, sehingga ketahuan apakah kalau ditetapkan di kartu tadi umur segini berat badannya segini betul nggak di garis ijo, untuk menentukan kesesuaian tumbuh kembang anak dengan usianya,” tegas Prof Hardin.

Baca Juga :  Beda Buahnya, Beda Pula Khasiatnya

Indikator kedua yang dapat dipakai untuk menentukan keseimbangan nutrisi anak adalah warna makanan yang diasupnya.

“Setelah anak berusia satu tahun pastikan paling nggak ada 3-4 warna (makanan) yang dimakan anak dalam satu hari. Selain putih, apakah ada hijau, oranye dan warna lainnya,” jelasnya.

Sedangkan indikator ketiga atau terakhir adalah jumlah makanan yang dikonsumsi anak sendiri. Prof Hardin sepakat dengan pernyataan dokter spesialis anak dari RSUP Dr Sardjito, Prof Dr Muhammad Juffrie, PhD, SpA(K) tentang cara memenuhi kebutuhan nutrisi anak melalui proses penghitungan kalori.

“Tapi kan njlimet ya. Itu biasanya dikonversikan lagi ke satuan-satuan rumah tangga, berapa sendok, berapa gelas, berapa piring. Jika ini pun masih terasa rumit, lagi-lagi sederhananya kalau memang anaknya sehat, bukan sakit-sakitan biasanya kan dia minta makan, itu pertanda dia lapar. Apalagi setelah satu tahun ketika anak sudah diperkenalkan pada lebih banyak varian makanan. Lapar itu pertanda dia sehat,” tutupnya. / detik.com

(iva/up)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*