Belanda Bantu PT PAL Produksi Kapal Perusak Rudal

Pekerja melintas di depan proyek pengerjaan kapal tunda pesanan Kementrian Pertahahan untuk TNI Angkatan Laut di bengkel mobile room graving dock PT PAL Indonesia, Surabaya, Rabu (6/3). TEMPO/Fully Syafi

TEMPO.CO, Surabaya – PT PAL akan membuat tiga unit kapal perusak kawal rudal 105 (PKR-105)/Frigate nomor 1. Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Marsetio mengatakan proyek ini menggandeng Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS), Belanda. “Kami produksi bersama DSNS, Belanda, dalam kerangka transfer of techonolgy,” kata Marsetio di sela-sela Keel Laying modul 2 seksi 231 PKR-105 di PT PAL (Persero), Rabu, 16 April 2014.

Peletakan lunas modul 2 seksi 231 merupakan tindak lanjut first steel cutting pada 15 Januari 2014. Kapal PKR-105 direncanakan memiliki panjang 105 meter dengan dilengkapi peluncur rudal antikapal permukaan, anti-serangan udara, torpedo, dan perangkat perang elektronik. Kapal ini akan dilengkapi helikopter yang membawa torpedo. Satu unit kapal PKR-105/Frigate ditaksir US$ 220 juta.

Menurut Marsetio, satu unit kapal PKR-105 memiliki enam modul. Empat modul dibuat di Surabaya dan dua modul dirakit di Vlisingen, Belanda. Pada Maret 2015, Marsetio berharap semua modul segera dirangkai menjadi unit kapal PKR-105 di galangan PT PAL. “Tiga unit kapal ini digunakan menjaga keutuhan wilayah laut NKRI. Sangat cocok dengan perairan Indonesia,” ujarnya.

Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Tjeerd F. de Zwaan, mengatakan pemerintah Belanda mendukung penuh kerja sama alih teknologi dengan PT PAL (Persero). Menurut dia, Indonesia perlu melakukan revitalisasi industri strategis, salah satunya industri kapal perang.

Baca Juga :  Playbook = BlackBerry + Android

Sebab, wilayah Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang kedua setelah Kanada. “Saya pikir, PT PAL butuh melakukan revitalisasi industri kunci,” katanya.

Direktur Utama PT PAL Firmansyah Arifin menuturkan perseroan sudah mengirim 75 teknisi ke Belanda mengikuti program ToT. Langkah ini juga untuk memperkuat PT PAL yang ditunjuk sebagai lead integrator matra laut. “Bersama DSNS, kami siap menyelesaikan pembangunan kapal PKR-105/Frigate nomor 1 buatan Indonesia,” kata Firmasyah.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*