Belum Cukupkah situasi Meletusnya Gunung Merapi Sinabung tgl 15 Jan 2014 masuk kategori Bencana Nasional?

Perhatian kita tertuju kepada kondisi dan situasi Gunung Merapi Sinabung yang mulai tahun lalu sudah menampakkan akan adanya bencana di Sumatera Utara. Tgl 15 Januari 2014 merupakan salah satu situasi Gunung Merapi Sinabung yang membuat kulit merinding melihat sorotan salah satu media yang secara langsung meliput kondisi Gunung Merapi.

Situasi Gunung Merapi Sinabung ini telah membuat ribuan masyarakat harus membiasakan hidup di pengungsian yang berkepanjangan, demi menghindari Korban Manusia. Situasi Gunung Merapi Sinabung yang berulang kali mengeluarkan isi perutnya, banyaknya mengungsi dan berkelanjutan, situasi desa-desa yang mulai porakporanda ditutup abu gunung Sinabung ini bahkan aktivitas masyarakat yang tidak dapat dilakukan lagi seperti biasanya, masih belum cukup menurut Pemerintah dan Wakil Rakyat mengatakan bahwa situasi tersebut sebagai Bencana Nasional. Bahkan statmen mantan pejabat di negara ini sangat membuat bahkan memprihatinkan bagaimana Pemerintah Pusat maupun wakil rakyat ditingkatan yang paling tertinggi untuk tidak mengatakan kondisi ini menjadi Bencana Nasional. Statment mantan pejabat yang mengatakan :” alasan letusan Sinabung belum dapat masuk kategori bencana nasional juga karena belum ada letusan besar dan korban jiwa. “Ini bedanya dengan di Gunung Merapi, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalau di Sinabung ini, warganya lebih siap sehingga saat terjadi erupsi, mereka bisa segera diungsikan sehingga tak ada korban jiwa,”.

Pernyataan mantan Pejabat Negara ini merupakan suatu ungkapan yang kurang etis menurut saya khususnya yang mengatakan bahwa Bencana Nasional harus ada letusan besar dan Korban Jiwa. Saya menjadi teringat waktu membaca salah satu laporan pertanggung jawaban salah satu Daerah di negara ini yang menyampaikan Biaya pengeluaran daerah tersebut masuk kategori Bencana Nasional yang kebenarannya sama sekali tidak dapat dibuktikan secara jelas. Bahkan jika dibandingkan dengan letusan demi letusan gunung merapi sinabung ini, pertanggung jawaban daerah tersebut sama sekali tidak diketahui oleh masyarakat desa yang paling dekat dengan laporan pertanggung jawaban tersebut yang menyebutkan di daerah wilayahnya ada dikatakan Biaya untuk Bencana Nasional.

Baca Juga :  Waspadalah! Gempa Padang Lebih Dahsyat Bakal Terulang

Disamping itu, pernyataan “Ada Letusan Besar dan Korban Jiwa” rasanya kurang enak didengar sehingga dapat dikatakan masuk Bencana Nasional. Pertanyannya adalah, Apakah harus ada korban dulu baru dikatakan Bencana Nasional? Kriteria ini sangat sulit diterima masyarakat mengapa ada sarat tersebut menjadi suatu sarat wajib baru dikatakan bencana nasional. Bagaimana dengan Luapan Lumpur Siduarjo di Jawa Timur, mengapa bisa masuk sebagai Bencana Nasional? apakah ada korban manusia disana?

Sebagai masyarakat Sumatera Utara, kita tidak berharap kondisi Merapi Gunung Sinabung ini masuk dalam area pemamfaatan bagi partai-partai yang sebentar lagi masuk pesta demokrasi di negara ini. Kita berharap bahwa wakil-wakil rakyat, para pejabat dan mantan pejabat yang hadir maupun tidak hadir melihat langsung, memberikan pernyataan yang benar dan mendidik tanpa nuansa masuk arena politik baru dikatakan Bencana Nasional. Pernyataan ini juga semakin menunjukkan bagaimana bedanya andaikan ini terjadi Sumatera Utara atau di Sulawesi ataupun tempat yang dekat dengan kekuasaan. Sekali lagi, jika kita bandingkan antara Luapan Lumpur Siduarjo yang diputuskan DPR bersama-sama dengan pejabat pemerintah dan pihak terkait menyebutkan luapan Lumpur Siduarjo yang dimulai dari kesalahan Perusahaan Nasional dapat masuk sebagai Bencana Nasional, sedangkan Luapan Gunung Merapi Sinabung saat ini, dikatakan belum masuk Bencana Nasional. Seorang mantan Pejabat tinggi negara yang mengatakan pernyataan tersebut, seharusnya bisa lebih bijak terhadap perasaaan apa yang dialami oleh masyarakat Sumatera Utara yang mengalaminya. Sebagai mantan pejabat tinggi mulai dari mantan Presiden, Menteri, MPR/DPR dan DPRD bahkan masyarakat lainnya, hendaknya bisa lebih hati-hati dan lebih bijaksana memberikan pernyataan yang bisa membuat suasana bernegara ini semakin memprihatinkan terhadap kepedulian Negara terhadap rakyatnya, sehingga rakyat yang sedang mengalami kesulitan dan kesusahan akibat meletusnya gunung sinabung ini tidak semakin menderita akibat pernyataan-pernyataan yang penuh kepentingan politik. Ada julukan kalimat ocehan-ocehan canda di Sumatera Utara yang penuh makna dan sindiran terhadap adanya suatu pernyataan yang diungkapkan yang paling merasa paling benar dan merasa paling betul, “MACAM PALING BETUL SAJA KAWAN INI….”. Kalimat ini sangat pas untuk para mantan pejabat apalagi mantan seorang wakil presiden di negara ini yang tidak merasakan langsung akibat letusan-letusan Gunung Merapi Sinabung ini. Apakah masyarakat Sumatera Utara tidak sanggup menghadapi bencana alam ini? Hingga saat ini seluruh masyarakat Sumatera Utara bersatu membantu dan saling peduli dengan kasih sayang sesama untuk masyarakat yang tertimpa bencana ini tanpa harus mengharapkan Persetujuan masuk Kategori Masuk dalam Bencana Nasional seperti salah satu contoh yang disampaikan oleh Mantan Wakil Presiden disebuah media nasional bebera saat lalu, masyarakat Sumatera Utara sampai saat ini sanggup menghadapinya walaupun itu harus menelan korban nantinya tanpa harus meminta bersembah sujud bagi para politikus, mantan pejabat tinggi negara ini, pejabat tinggi dari pusat negara ini bahkan yang merasa paling betul dan paling bijak. Hanya satu yang masyarakat  Sumatera utara minta, jangan tambah penderitaan mereka yang mengalami kesulitan makan, kesulitan tidur, hidup sehari-hari dipengungsian dengan ocehan dan pernyataan-pernyatan yang penuh nuansa kepentingan politik yang hanya mencari keuntungan kelompok ataupun pencitraan pribadi. (horas-fs)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Larangan Ahmadiyah - FPI Demo Sultan, Kepatihan Ditutup

1 Komentar

  1. saya juga tidak setuju dngan pendapat mantan pejabat tersebut, soal nya dia tidak ikut merasakan apa yg di rasa kan oleh masyarakat lereng Gunung sinabung, kalo menurud saya ini sudah masuk kategori bencana nasional, tidak perlu ada korban. Ini sudah termasuk bencana nasional.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*