Benahi RSU Padangsidimpuan, dr Aminuddin Dipercayakan Jabat Kursi Direktur

Wakil Wali Kota Padangsidimpuan (Psp) Mara Gunung Harahap melantik sejumlah pejabat eselon II, III, dan IV, di Aula Gedung Nasional Psp, Jumat (2/7). Dalam pelantikan itu, dr Aminuddin dilantik sebagai Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Psp.

Pelantikan pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) di Dinas Kesehatan ini, menjawab keraguan dan pertanyaan masyarakat Kota Psp tentang kepemimpinan di RSUD Psp.

Mara Gunung mengakatan, pengangkatan dr Aminuddin sebagai Direktur RSUD Psp sesuai dengan keputusan Wali Kota Psp nomor 821.122/160/2010 tertanggal 23 Juni 2010 tentang pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian jabatan struktural eselon II di lingkungan Pemko Psp.

Di jajaran eselon II juga terjadi mutasi di antaranya, Sekwan Drs Marwasi Lubis menjadi staf di kantor wali kota, staf ahli digantikan oleh Drs Solih Pulungan MM yang sebelumnya Kadispora, sementara Kadispora baru, Drs Dilham Lubis, sebelumnya ia menjabat staf di Dispora Psp.

Kadis Pertanian sebelumnya, Ir Aswin Efendi Siregar MM, menjadi staf pada staf ahli digantikan oleh Marhan SP MM yang sebelumnya Sekretaris Distan, Kadissos, Zulfeddi Simamora menjadi pengawas rumpun mata pelajaran IPS pada Disdik Psp, digantikan Ali Sutan SE yang sebelumnya Sekretaris Bappeda Psp.

Sementara untuk eselon III, di antaranya, Syahrizal SH sebelumnya Kabag Umum menjadi Sekretaris Dinas Perhubungan, Muhammad Saleh SP sebelumnya Kabid Peternakan dan perikanan pada Distan menjadi Sekretaris Distan.

Baca Juga :  Sumut selama April 2010 kembali mengalami inflasi sebesar 0,03 persen

Kemudian untuk eselon IV, M Yusuf Harahap SPt sebelumnya Kasubbag TU Balai Kesehatan Hewan dan Inseminasi Buatan pada Distan menjadi Pj Kasi produksi dan pengembangan peternakan pada Distan.

Dalam mutasi tersebut untuk eselon II sebanyak 10 orang, eselon III sebanyak 24 orang dan eselon IV sebanyak 95 orang dan totalnya yang dilantik sebanyak 129 orang.

HAPOSAN HASIBUAN-SIDIMPUAN

SUmber: http://metrosiantar.com/sidimpuan_raya_/Dari_Pelantikan_Pejabat_Eselon_di_Lingkungan_Pemko_Psp

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Kisah pasien seperti ini patut di sayangkan , kenapa tidak seorang bidan di RS Psp tidak tahu asal jawab saja tentang air ketuban atau tidak dan sempat keringatau habis bagaimana anak yang dikandung mau keluar, dan menyangkut uang tip kepada para bidan atau perawat sebaiknya dihindari saja kenapa karena di khawatirkan nanti jika tanpa uang tip pelayanan akan tidak efektif . jadi lebih baik siapa yang terima uang tip dari pasien di denda saja atau dikasi ssnsinya berupa penundaan kenaikan pangkat. kita ingin Tapanuli Selatan lebih majulagi kedepan maka mulai sekarang kita benahi yang berhubungan dengan itu misalnya kedisiplinan , keharmonisan , sehingga orang yang ber obat ke RS Psp dapat dengan nyaman menerima jasa para pegawai di RS Psp tersebut dan jangan pilih kasih.

  2. Saya salah satu pasien operasi caesar d RSU PSP ….
    Tolong donk kasih pelajaran k Bidan2 sana,, Tolong hormati pasien. saya dan Baby saya hampir tidak tertolong karna sifat sombong Bidan yang gendut itu. Saya dah pecah ketuban dari hari minggu pagi,,, tp laporan Bidan gendut itu k Dokter Romy bukan ketuban yg keluar.
    Di tunggu sampe hari senin, pas d USG Dokter Romy ternyata air ketuban saya dah kosong d kanan kiri, tinggal d atas itupun sedikit.
    Kalau pelayanan Bidan na seperti itu,,, gmana pasien mau puas …
    Giliran pasien d perboleh kan pulang… baru mereka rebutan minta uang terima kasih k pasien na …
    Hello …. waktu saya berjuang mempertahankan baby saya anda kmana ????

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*