Bensin Diecer Rp9 Ribu per Liter

SIPIROK- Kelangkaan bahan bakar minyak atau BBM di Kabupaten Tapanuli Selatan masih berlanjut hingga kemarin. Harga jual eceran menncapai Rp9 ribu per liter. Padahal, sebelum kelangkaan BBM, harga bensin berkisar Rp5.500 per liternya.
Beberapa warga yang melintas di wilayah tersebut; Sutan (30) dan Anta (25), kepada METRO, Rabu (12/7) mengaku, harga eceran jenis premium tersebut dijual ketengan di pinggir jalan dengan harga yang cukup mahal, yakni Rp9000 per liter.

“Mau tak mau terpaksa kita beli juga, soalnya mobil yang kita bawa sudah nyaris kandas. Tapi, kita merasa heran dan sempat bertanya pada pengecer, kenapa begitu mahal, mereka menjawab ketika mengisi pun mereka mengeluarkan banyak biaya di SPBU,” katanya. Ditambahkannya, sebagai masyarakat kesal dan kecewa dengan kelangkaan BMM. Mereka berharap pemerintah mencarikan penyebab kelangkaan dan selanjutnya membuat solusi agar masyarakat tidak lagi resah dengan kelangkaan BBM ini.

“Kita resah juga, malah harus berfikir jika harus jalan jauh apalagi ke pelosok, ini masih ada BBM walaupun mahal kalau sempat tak ada ceritanya akan lain,” kata keduanya. Sementara di Sipagimbar Kecamatan SDH menurut keterangan masyarakat BBM Jenis premium dijual dengan harga eceran Rp8.000 per liter.

“Harga bensin di sini saat ini Rp8.000 perliter,” ucap Ipa salah seorang warga yang dihubungi METRO melalui selulernya.
Pantauan METRO di SPBU Simago-mago Sipirok, Kabupaten Tapsel, sekitar pukul 15.00 WIB tidak ada aktivitas pengisian BBM, dan plang terpasang habis yang menginformasikan BMM tidak ada atau lagi kosong.

Baca Juga :  Kalau PSSI Tidak Kompak, Bagaimana Sepakbola Bisa Jalan?

SPBU TUTUP, Warga Kecewa
Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di beberapa ruas jalan Kabupaten Madina sejak pagi tidak beroperasi karena kehabisan stok. Akibatnya, pengguna kendaraan yang memakai Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premiun dan solar pun merasa kecewa.

Pasalnya, stok BBM pada kendaraan yang mereka gunakan sudah menipis, bahkan terancam habis. Penggguna kenderaan tidak bisa mengisi bahan bakar mereka akibat SPBU juga kehabisan stok BBM. Seorang konsumen Andi (27), warga Kelurahan Kotasiantar, Kecamatan Panyabungan, mengatakan, sudah 3 pekan terakhir ia kesulitan memeroleh bensin di SPBU. Terpaksa ia membeli bensin di pengecer dengan harga yang tinggi dari harga SPBU. “Setiap pagi SPBU memang mengisi bensin tetapi hanya sekitar 2 jam saja, sedangkan antrean kendaraan sangat panjang, dan terkadang kita sudah antre bensinnya habis,” sebutnya.

Dikatakan Andi, kondisi tersebut terjadi akibat bensin banyak dikeluarkan bagi pedagang eceran yang diduga ada main mata dengan pekerja SPBU. “Saya yakin kekosongan ini bukan hanya berkurangnya jatah untuk SPBU tetapi diperparah dengan ulah oknum pekerja SPBU dengan pengecer. Sebab, sering kami lihat banyak jerigen yang antre,” tambahnya.
Hal serupa juga disampaikan Ikhwan (40). Menurutnya, ia sering melihat pekerja SPBU lebih mengutamakan para pedagang eceran dari pada masyarakat penggunan kendaraan yang membutuhkan bensin.

Dikatakannya Ihwan, permainan pekerja SPBU dengan pedagang eceran ini biasanya pagi hari. “Saya sering lihat kalau pagi sudah banyak jerigen yang antre di SPBU, sedangkan masyarakat mengisi siang hari dan SPBU sudah kosong,” ujarnya. Keduanya berharap agar pemerintah mengatasi kondisi tersebut karena sudah meresahkan masyarakat pengguna kendaraan bermotor. Sebab, apabila membeli di pengecer harga bensin bisa mencapai Rp8 ribu per liter.
”Pemerintah seharusnya menindak pengusaha SPBU ini agar jangan ada permainan. Kami memang mengakui kalau pedagang itu cari makan tetapi adalah keseimbangan dan kalau kondisinya seperti saat ini telah meresahkan banyak warga,” sebut keduanya di tempat terpisah. (ran/wan)

Baca Juga :  900 KK di Desa Batusondat, Kec. Batahan, Madina, Hidup Tanpa Listrik

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*