Bensin Rp15 Ribu per Liter, Petani Pilih Jalan Kaki

MADINA-  Harga bensin pada tingkat pengecer di Madina kian meroket. Bahkan, untuk memerolehnya pun sulit. Di sejumlah desa harga bensin mencapai Rp15 ribu per liter. Gara-gara bensin mahal, sejumlah petani memilih jalan kaki ke kebun. Biasanya, mereka mengendarai sepedamotor.

Sunardi (33), warga pasar Natal, Kecamatan Natal, Madina, kepada METRO, Minggu (7/8), mengaku, sejak sebulan terakhir ini harga bensin di daerahnya mencapai Rp15 ribu per liter. Bahkan, ada sebagian pengecer menjual lebih tinggi dari itu. “Kebanyakan pedagang eceran menjual bensin seharga Rp15 ribu per liter,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Irwan. Warga Muara Sipongi ini menambahkan, harga bensin di tingkat pengecer di Muara Sipongi juga mahal. Pengecer menjualnya seharga Rp13 ribu per liter. Akibat mahalnya harga bensin, sejumlah warga memilih tak memakai kendaraan bermotor lagi. “Ada juga warga yang tak menggunakan kendaraan lagi, memilih jalan kaki ke kebun karena harga bensin mahal,” jelasnya.

Disampaikannya, harga tersebut telah berlangsung sejak sebulan terakhir.  Warga mengaku resah atas kondisi ini. “Kami heran dengan apa yang sedang terjadi. Kalau ditunggu di SPBU, bisa 4 jam antre baru memeroleh bensin, itu pun tak sampai sejam bensin yang mau dibagi habis,” pungkasnya.(wan)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Kami Ini Adalah Tong Sampah, Tutur Lurah Losung dan Polmas Padangsidimpuan Saat Kunjungi Lokasi Kaplingan Yang Tidak Melaporkan Kegiatan Pembukaan Kaplingan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*