Bentrok di Ambon – Korban Bertambah, Dua Tewas

Suasana bentrokan antardua kelompok massa yang terjadi di Kota Ambon sejak Minggu (11/9/2011) siang hingga petang.

KOMPAS.com — Dua orang tewas dalam bentrokan massa di kawasan Tanah Lapang Kecil, Ambon, Maluku, Minggu (11/9/2011) petang.  Kedua orang itu tewas di Rumah Sakit Umum Daerah dr M Haulussy, Ambon. Mereka tewas karena luka tembak aparat kepolisian saat upaya penghalauan massa.

“Lebih dari 18 orang yang menderita luka tembak atau luka terkena lemparan benda tumpul sudah mendapat perawatan medis di sini. Namun, dua orang di antaranya meninggal dunia dan sudah diambil pihak keluarga,” kata dr Ita Sabrina dari Humas RSUD dr M Haulussy, Minggu malam.

Korban tewas teridentifikasi sebagai Djefry Siahaan yang terkena timah panas di bagian perut dan Cliford Belegur yang tertembak di bagian dada sebelah kiri. Menurut dr Ita, sebagian besar korban yang mengalami luka ringan sudah diperbolehkan kembali ke rumah. Namun, beberapa harus menjalani rawat inap, termasuk satu korban dalam kondisi kritis saat ini.

Djefry Siahaan adalah seorang guru yang tengah bertugas di Ambon. Informasi ini diterima Kompas.com dari pembaca yang bernama Clarasia Anggraeni.

Sementara itu, orangtua Cliford, Chali Belegur, mengatakan, anaknya baru duduk di kelas III SMA Negeri 12 Ambon dan saat ini jasad anaknya sudah disemayamkan di rumah duka di kawasan Batu Gantung Dalam.

Sementara itu, korban luka akibat tembakan aparat keamanan ataupun lemparan benda tumpul yang mendapat perawatan medis di RS Al Fatah, Ambon, hingga pukul 16.00-18.00 WIT, sekitar 18 orang.

Baca Juga :  Pelaku Penurunan Foto Presiden Terancam 5 Tahun Penjara

Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu mengatakan, situasi keamanan di Ambon pada pukul 21.00 WIT sudah terkendali. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan jangan mudah diprovokasi.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*