Bentrok di Batas Riau-Sumut, Dua Warga Rohul Diperiksa Polisi Sumut

Kasus bentrok sengketa batas Provinsi Riau dan Sumut ditangani Polsek Tapanuli Selatan, Sumut. Dua warga Rohul dan pengacaranya diperiksa.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Husin Sinaga alias Naga Roni dan Jakoner Manalu, dua warga Batang Kumu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, beserta kuasa hukumnya Muhammad Nasir Sihotang, Sabtu kemarin (16/6/12), dimintai keterangannya selama enam jam oleh penyidik di Mapolres Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut).

M Nasir Sihotang, mengaku, Jumat pagi (15/6/12), dirinya bersama Husin Sinaga serta Jakoner Manalu, dibawa ke Polres Tapsel usai melaporkan peristiwa pengrusakan tiga rumah warga di areal perbatasan Riau-Sumut, Rabu llau (13/6/12), di areal 5.508 hektar yang kini dikuasai PT Mazuma Agro Indonesia (MAI). Saat pengrusakan itu, perusahaan masih dibantu oknum Brimob dari Kompi C Sipirok, Tapsel, dilaporkan ke Polsek Tambusai.

Tanpa diduga, ketiganya dibawa ke Mapolres Tapsel di Padang Sidempuan, Sumut. M Nasir mengaku mereka diperiksa selama enam jam oleh tim penyidik terkait kasus aksi pembakaran alat berat 1 Agustus 2011 silam, dan aksi penembakan terhadap warga Batang Kumu oleh sejumlah oknum Brimob dari Kompi C Sipirok Tapsel di areal konflik 2 Februari 2012 lalu.

“Selama enam jam itu, kita hanya dimintai keterangan seputar aksi pembakaran dua alat berat tahun lalu dan aksi penembakan awal Februari kemarin. Kita tidak ditahan dan diperlakukan baik oleh mereka, bahkan kami diizinkan menginap di Mapolres Jumat malam kemarin,” ungkapnya kepada riauterkini.com, Ahad (17/6/12).

Baca Juga :  Pemburu Harimau Sumatera beraksi, tebar jerat di Hutan Kerinci

M Nasir mengkau lagi, usai diperiksa selama enam jam sejak Sabtu pagi sekitar pukul 10.00 WIB, ketiganya menjawab hampir ratusan pertanyaan dari penyidik. Sabtu sore sekitar pukul 16.00 WIB, pemeriksaan baru selesai. Mereka sempat menunggu sampai Sabtu malam, sebab ada berkas berita acara yang akan ditandatangani namun belum selesai.

“Kita hanya sebatas dimintai keterangan terkait dua kasus di perbatasan, tidak lebih. Kita bertiga juga diperlakukan baik, tidak seperti sebelumnya,” ujarnya.***(zal)

Sumber: riauterkini.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*