Bentrokan Antar Kampung di Amplas Medan – 7 Rumah Dibakar, 2 Kritis Dibacok, Warga Masih Ketakutan dan Mengungsi

68432905df54131d32b35b02936266d90279278 Bentrokan Antar Kampung di Amplas Medan 7 Rumah Dibakar, 2 Kritis Dibacok, Warga Masih Ketakutan dan Mengungsi Kondisi masih mencekam pasca bentrok Warga Dusun VI Kampung T dan Dusun III Kampung M, Selambo Ujung, Desa Amplas, Sabtu kemarin. Berdasarkan data yang dihimpun wartawan koran ini, Minggu (31/10), sebanyak 41 kepala keluarga (KK) dari Dusun III Kampung M masih mengungsi. Mereka takut kembali ke rumah. Sebagian mengungsi ke rumah keluarganya di dusun lain, sebagian mengungsi di Masjid Al-Barokah.

Pantauan wartawan koran ini di lokasi, sebagian Warga Dusun III Kampung M terlihat mengais di rumah mereka yang dibakar oleh warga Kampung T. Dari tujuh rumah yang dibakar, seluruhnya rata dengan tanah, tidak ada yang tersisa, hannya puing-puing dan abu yang tersisa. Menurut Warga yang rumahnya tebakar, tidak ada harta benda mereka yang bisa diselamatkan. Hanya pakaian yang melekat di badan yang bisa terselamatkan. “Kami berharap ditangkaplah mereka (pelaku, red), kami sampai sekarang tidur malam pun tidak tenang. Takutnya mereka menyerang kembali. Sementara kami hanya bisa bertahan di masjid dan rumah keluarga,” ujar Sukrina (30), Warga Dusun III Kampung M sambil mengais puing kebakaran di rumahnya, mencari barang-barang yang masih bisa digunakan.

Akibat pristiwa tersebut, lanjutnya, anak-anak mereka untuk sementara tidak sekolah karena seragam dan peralatan sekolah habis terbakar. “Anak-anak untuk sementara tidak sekolah dulu, kami bingung mau tinggal di mana. Asal selamat saja sudah syukurlah,” ujarnya lagi.

Sementara itu hari ini, Senin (1/11), Kapolsekta Percut Sei Tuan bakal memanggil kedua belah pihak untuk dilakukan perdamaian. Ini dilakukan setelah dilakukan pemanggilan terhadap 32 warga kedua kampung. Polisi juga telah menerima laporan warga yang rumahnya terbakar. “Dari warga kami sudah ada yang yang dipanggil sebagai saksi atas kasus penganiayaan terhadap warga seberang,” cetus Thoriq (31), Koordinator warga Dusun III Kampung M.

Thoriq mengatakan, mereka merasa menjadi orang yang terzalimi. Dimana, pihak mereka yang sebenarnya banyak menderita kerugian. “Tujuh rumah kami dibakar, ada lima orang yang dianiaya. rumah ibadah kami dilempari dan dirusak. Atas semua itu kami sudah buat laporan. Tapi polisi kami ketahui hingga saat ini belum juga menindaklanjuti laporan itu,” katanya.

Baca Juga :  Mutasi di Tubuh Polri, Tiga Kapolres di Sumut Diganti

Dijelaskan Thoriq, bentrokan ini merupakan akumulasi dari saling klaim antara warga Kampung M dan Kampung T atas lahan garapan eks PTPN II di kawasan  Desa Amplas. Pertikaian sudah mulai terjadi sejak awal 2010 lalu. Saling serang antar kedua kelompok yang saling mengklaim lahan sudah sering terjadi. Saling mengadu ke kepolisian juga telah sering dilakukan antar kedua kelompok.

“Namun pengaduan yang kurang ditanggapi ini kemudian menjadi api dalam sekam antara dua kelompok. Puncaknya, Sabtu siang tepatnya saat azan Zuhur, ratusan warga dari Kampung T melakukan penyerangan kepada warga Jalan Kampung M. Bentrokan keduanya terjadi di samping masjid Al Baroqah di Kampun M. Warga dari Dusun VI menuding, tanaman mereka dirusak dan ada satu warga mereka diculik. Ini yang menjadi alasan mereka melakukan penyerangan,” bebernya.

Namun, warga Dusun III langsung membantah mereka melakukan penculikan dan perusakan. Malah kemudian diketahui tujuh rumah dari warga mereka dibakar oleh ratusan massa yang menyerbu. “Kemarin sewaktu kami sedang berladang, puluhan warga seberang

melakukan penyerangan. Sebagai pembelaan diri kami melakukan perlawanan. Akibatnya, lima orang warga kami luka-luka parah. Yang terluka sudah diobati yang dilanjuti buat laporan pengaduan ke Polresta Medan. Tapi sayangnya tak ditanggapi, akibatnya bentrokan parah ini terjadi hingga tujuh rumah warga kami dibakar,” terang Sagala warga Kampung M lainnya.

Sementara itu Kepala Polsekta Percut Sei Tuan AKP Maringan Simanjuntak mengatakan, akan melakukan pendekatan dengan kedua warga yang bentrok dan sejumlah saksi sudah diperiksa dengan dimintai keterangan terkait kebakaran tersebut. “Dari dua kelompok warga ini, sudah enam orang yang kita periksa tadi dengan dimintai keterangannya. Sementara akan diadakan pendekatan dengan dua kelompok,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakannya, untuk kelengkapan berkas, puluhan warga selama tiga hari ini akan diperiksa secara maraton di Polsek Percut Sei Tuan. “Kita sudah melayangkan surat panggilan kepada puluhan warga Dusun III. Sementara warga dari Dusun VI akan menyusul, sampai sekarang belum ada yang kita amankan. Namun, dua parang, satu kelewang dan dua broti kita amankan dari TKP,” bebernya.

Baca Juga :  Bupati Simalungun JR Saragih Mengaku Dirayu Refly Untuk Mengakui Diperas MK

Korban Mulai Membaik

Sementara itu, Aman Sinurat (30), korban pembacokan dalam insiden baku hantam antar dua kelompok di Desa Amplas, Minggu (31/10), mulai membaik. Meskipun belum dinyatakan stabil oleh tim medis RSUD dr Pirngadi, namun korban memperlihatkan kemajuan dari sisi kesehatannya. Korban dianggap membaik pasca dirinya menjalani operasi selama lebih kurang tiga jam dan melakukan transfusi darah sebanyak lima kantung pada Sabtu sore (30/10). Saat dikunjungi di ruang ICU lantai IV RS Pirngadi Medan, Aman masih terlihat tertidur lemah, dibantu selang pernafasan dan beberapa alat medis di sekitar mulutnya. Meskipun belum seutuhnya sadar, namun salah seorang petugas medis ruang ICU mengatakan kondisi pasien lebih membaik pasca menjalani operasi. “Meskipun belum begitu stabil, Aman kini sudah mulai membaik,” ujar salah sorang perawat. Gabril Sinurat (69), ayah korban saat dikonfirmasi, mengatakan, meski anaknya telah sadar, namun hingga kini belum bisa diajak berbicara. “Jika pelakunya tertangkap nanti kita berharap dia diproses dengan hukum yang berlaku di negara kita,” ungkapnya. (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*