Bentrokan di Polsek Barumun, Dipicu Tuntutan Warga

TEMPO.CO, Medan – Sebelum bentrokan terjadi, Sabtu 23 Maret 2013, ratusan massa dari Desa Aek Buaton, Kecamatan Aek Nabara Barumun, mendatangi Polsek Barumun Tengah. Warga meminta agar kepolisian membebaskan tiga warga mereka yang ditahan sejak Sabtu pagi.

Tuntutan tersebut tidak dipenuhi kepolisian. Kepala Kepolisian Resor Tapanuli Selatan AKBP Abdul Rizal Engahu menegaskan tiga tersangka yang ditangkap adalah buron dalam empat laporan pengaduan.

Kasus terakhir, kata Abdul, ketiganya turut melakukan perusakan dan pembakaran gubuk di areal lahan 1.000 hektar, diklaim warga Desa Aek Buaton lahan adat atau tanah ulayat. Dikatakan Abdul, massa yang datang berkisar 200 orang. “Mereka membawa senjata tajam,” Abdul menjelaskan.

Dalam kericuhan tersebut sembilan warga tertembak. “Ada yang kena peluru tajam dan karet,” kata Abdul. “Tidak ada yang meninggal.”

Dalam kejadian itu, Abdul mengatakan 14 personel Polri mengalami luka akibat lemparan. “Lima personel dirawat,” kata dia.

Anggota DPRD Padang Lawas, Erwin Pane mengatakan, bentrokan terjadi karena suara letusan senjata api. Berdasarkan tinjauan Erwin di Rumah Sakit Umum Kota Sidimpuan, tujuh warga yang dirawat akibat kericuhan di Polsek Barumun Tengah. “Ada warga yang tertembak di dada, dan ada yang tangannya patah,” ujar Erwin kepada Tempo.

Menurut Erwin, warga menuntut pembebasan rekan mereka karena penangkapan oleh polisi dinilai tidak prosedural.

Baca Juga :  Satgas Sangkal Susno Akan Dijadikan Kapolri

Soal motif penangkapan, Erwin menyebutkan, memang ada konflik lahan antara warga Desa Aek Buaton dengan warga desa lain menyoal lahan. “Konflik terakhir terjadi satu bulan lalu,” ujar Erwin.

Menurut Kapolres Tapanuli Selatan, hingga malam ini, kondisi di Polsek Barumun Tengah sudah aman. “Dua peleton Brimob ditambah dari TNI AD berjaga di lokasi,” kata Abdul.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*