Bepe: Timnas ke Iran Bukan untuk Kalah

Kapten tim nasional sepak bola Indonesia Bambang Pamungkas menegaskan bahwa tim “Merah Putih” datang ke Iran bukan untuk kalah. Timnas akan berupaya merebut hasil terbaik di laga perdana melawan tuan rumah Iran dalam putaran ketiga Pra-Piala Dunia di Stadion Azadi, Teheran, Jumat (2/9/2011).

“Iran adalah tim kuat, tapi kami datang ke sini bukan untuk kalah. Kami datang untuk mendapatkan poin. Kita lihat saja di 90 menit pertandingan nanti, tim terbaiklah yang akan menang. Jelas kami akan berusaha untuk mendapat hasil terbaik,” kata Bambang Pamungkas sebagaimana dikutip Antara, Kamis (1/2/2011).

Bambang Pamungkas (kiri) mencetak dua gol saat Indonesia menghadapi Palestina dalam laga persahabatan di Stadion Manahan Solo, Senin (22/8/2011). Indonesia akhirnya menang 4-1.

Ia menilai sulit membandingkan antara kekuatan sepak bola Iran dan Indonesia. Hal ini dikarenakan Iran memiliki liga sepak bola yang stabil. “Sementara kami tengah dalam masa transisi untuk membuat liga baru dengan kepengurusan federasi yang baru untuk menuju sepak bola yang lebih baik,” kata striker yang akrab disapa “Bepe” tersebut.

Meski demikian, Bepe yakin suatu saat Indonesia dapat mengulang sejarah maju ke pentas dunia seperti dilakukan tim Hindia-Belanda pada Piala Dunia 1938.

Sementara itu, Pelatih Indonesia Wim Rijsbergen mengatakan, Iran adalah tim terkuat di Grup E dan memiliki sejarah timnas yang baik. “Saya juga mengenal pelatihnya. Jelas bersama dia, Iran potensial untuk menjadi lebih baik. Namun kami datang ke sini tidak untuk memberi mereka tiga poin begitu saja. Kami akan memberi perlawanan sengit,” kata pelatih asal Belanda ini.

Baca Juga :  Lepas Landas 5 Menit, Pesawat Riau Airlines Diancam Bom

Soal kekalahan 0-1 yang dialami timnas dalam laga uji coba melawan Jordania pekan lalu, Wim mengatakan tim “Garuda” sebenarnya memiliki banyak peluang, namun banyak terjadi kesalahan. Menurutnya, para pemain masih kurang terorganisasi.

“Ada satu pemain bagus kami yang sayang sekali tidak bisa tampil nanti karena akumulasi kartu dan sisanya tidak ikut ke Iran. Namun, pemain yang kami bawa ke sini juga merupakan materi terbaik. Lihat saja nanti hasilnya seperti apa,” katanya.

Soal dukungan penonton Iran yang akan memadati Stadin Azadi Teheran, Wim mengatakan bahwa tuan rumah memang akan memetik keuntungan dari pendukung mereka yang sangat fanatik sebagaimana suporter Indonesia di tanah air. Ia menilai tim Indonesia memiliki potensi untuk berkembang di kemudian hari.

“Saya baru dua bulan melatih timnas Indonesia dan kini kami berada di peringkat 131 dunia. Inilah saat terbaik bagi tim untuk melihat sejauh mana kualitas permainan mereka di dunia dan jelas ini akan menjadi materi pembelajaran untuk ke depannya. Semoga kami berhasil mengambil poin dalam pertandingan nanti,” ujarnya.(kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*