Berkas Amirsyam Segera Dilimpahkan

82310275ede43c6c89cccf017ca8dbbc6148e3c Berkas Amirsyam Segera Dilimpahkan
Tersangka Ramadha (kemeja putih) saat diperiksa jaksa penyidik Nixon SH, beberapa waktu lalu.

Berkas kasus dugaan korupsi pengutipan biaya administrasi penerima ganti rugi pembebasan lahan dan tanaman untuk tapak tower dengan tersangka mantan Camat Sipirok Amirsyam dan stafnya Ramadha Siregar akan dilimpahkan ke PN Psp, Senin (28/2). Ini sesuai dengan dikeluarkannya surat pelimpahan berkas perkara atas keduanya oleh Kacabjari Sipirok Ali Akbar Dasopang SH, Jumat (25/2).

“Berdasarkan hasil konsultasi kita, Kamis (24/2) dengan Kepala Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan (Kajari Psp) melalui Kepala Seksi Pidana Khusus Yuda Utama Putra SH, berkas perkara yang bersangkutan sudah dapat dilimpahkan Ke Pengadilan Negeri (PN) Psp, dan akan dilimpahkan Senin (28/2),” kata Kacabjari Sipirok Ali Akbar Dasopang SH melalui jaksa penuntut umum (JPU) Nikson Andreas SH MSi kepada METRO, Jumat (25/2).

Disebutkan Nikson, surat pelimpahan berkas perkara ke PN untuk mantan Camat Sipirok, Amirsyam, yakni dengan nomor B-71/n.2.20.7/FPK.1/02/2011. Sedangkan surat pelimpahan atas nama Ramadha Siregar bernomor B-73/N.2.20.7/FPK1/02/2011. Untuk diketahui, Cabjari Sipirok menahan Amirsyam, Kamis (6/1) lalu karena terjerat kasus dugaan korupsi pengutipan biaya administrasi terhadap penerima ganti rugi pembebasan lahan dan tanaman untuk tapak tower T/L 275 Kv GI Sarulla-GI Psp PT PLN Proyek Induk Pembangkit Dan Jaringan (Pikitring) Sumut, Aceh dan Riau.

Penahanan terhadap mantan Camat Sipirok tersebut sesuai Surat Perintah Penahanan Nomor: PRINT-04 /N.2.20.7/Fd.1/01/2011 dari Kecabjari Psp di Sipirok Ali Akbar Dasopang SH pada jaksa penyidik Nixon Andreas Lubis SH MSi dan Adre Wanda Ginting SH. Penahanan itu untuk kepentingan penyidikan dalam perkara tersangka yang diduga malakukan korupsi. Yaitu dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang laian secara melawan hukum atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya.dengan melakukan pengutipan biaya administrasi terhadap penerima pembayaran ganti rugi tanah pembangunan tower. Selain itu, penahanan tersebut karena ada kekhawatiran bahwa tersangka akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti atau mengulangi tindak pidana.

Baca Juga :  Madrid Bagikan 5.000 Kado Natal

Jaksa Penyidik Nixon Andreas Lubis SH MSi kepada METRO mengatakan, setelah melaksanakan penyidikan dengan 33 pertanyaan, tersangka harus ditahan. Hal tersebut berdasarkan bukti-bukti yang sudah kuat. Adapun pemotongan atau pengutipan yang diambil dari masyarakat penerima ganti rugi, diduga sebesar Rp66.070.000. Perbuatan tersangka telah melanggar ketentuan pasal 12 huruf e UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor  Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat KUHP susbider pasal 11 UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Kemudian, Kamis (20/1), seorang mantan staf pegawai kantor camat Sipirok, Ramadha Siregar ikut ditahan Cabjari Sipirok. Dia diatahan karena diduga ikut membantu tindak pidana korupsi melakukan pengutipan biaya administrasi terhadap penerima ganti rugi pembebasan lahan, tanaman untuk tapak tower. (ran) _ (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*