Berkas Kasus Mantan Camat Sipirok Lengkap

Berkas perkara mantan Camat Sipirok Amirsyam dan stafnya Ramadhan yang diduga melakukan korupsi dan penyalahgunaan wewenang serta membantu pengutipan administrasi pembebasan lahan pertapakan tower Saluran Udara Tegangan Tinggi Pikitring SUAR, dinyatakan lengkap. Proses hukum keduanya memasuki tahap penuntutan sejak Rabu (16/2).

“Proses hukum kedua tersangka kasus dugaan korupsi, sudah memasuki tahap penuntutan. Berkas perkara sudah P21 (lengkap, red) sejak Rabu (9/2) lalu. Dan hari ini (kemarin, red) penyerahan tersangka beserta barang bukti dari jaksa penyidik kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU),” kata Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Padangsidimpuan di Sipirok Ali Akbar Dasopang SH didampingi jaksa penyidik Nixson Andreas Lubis SH kepada METRO, Rabu (16/2).

Disebutkan, sesuai surat perintah penahanan (tingkat penuntutan) Nomor Print-11/N.2.20.7/FPK.1/02/2011 oleh Kacabjari Padangsidimpuan di Sipirok Ali Akbar Dasopang SH tertanggal 16 Pebruari dengan ketentuan tersangka ditahan di Carutan Sipirok selama 20 hari. Terhitung mulai tanggal 16 Pebruari hingga 7 Maret. “Setelah keduanya diserahkan oleh jaksa penyidik ke JPU, maka tersangka dan barang bukti menjadi tanggung jawab JPU. Setelah diserahkan ke JPU maka diterbitkan surat perintah penahanan lanjutan terhadap tersangka untuk tingkat penuntutan selama 20 hari terhitung sejak 16 Februari hingga 7 Maret,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan Dasopang, dalam waktu sesegera mungkin akan dilakukan penelitian kelengkapan administrasi tentang perkara tersebut, untuk selanjutnya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri. “Perkara itu akan kita limpahkan ke PN dalam bulan ini juga (Februari, red),” katanya mengakhiri. Seperti diberitakan sebelumnya, Kacabjari Psp di Sipirok menahan mantan Camat Sipirok Amirsyam di Carutan Sipirok, Kamis (6/1) malam. Amirsyam ditahan atas kasus dugaan korupsi pengutipan biaya administrasi terhadap penerima ganti rugi pembebasan lahan dan tanaman untuk tapak tower T/L 275 Kv GI Sarulla-GI Psp PT PLN Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan (Pikitring) Sumut, Aceh dan Riau.

Baca Juga :  Pemko Padangsidimpuan Tidak Transparan

Sebelum ditahan di Carutan Sipirok, Amirsyam yang didampingi penasehat hukumnya dari kantor advokat/penasehat hukum Dodi, Irwan dan Maulana (DIM), yakni Dodi Candra SH, Irwansyah SH MH, dan Ganda Maulana SAg SH telah menjalani pemeriksaan mulai pukul 10.30 hingga pukul 17.30 WIB. Saat diperiksa, Amirsyam dijejal 33 pertanyaan terkait kasus tersebut, dan akhirnya ditahan di Carutan Sipirok sekitar pukul 20.15 WIB.

Penahanan terhadap mantan Camat Sipirok yang menjabat tahun 2008-Juli 2010 tersebut sesuai Surat Perintah Penahanan Nomor: PRINT-04 /N.2.20.7/ Fd.1/ 01/2011 dari Kacabjari Psp di Sipirok Ali Akbar Dasopang SH, pada jaksa penyidik Nixon Andreas Lubis SH MSi dan Adre Wanda Ginting SH, untuk kepentingan penyidikan dalam perkara tersangka yang diduga melakukan tindak pidana korupsi.

Yaitu, dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya dengan melakukan pengutipan biaya administrasi terhadap penerima pembayaran ganti rugi tanah pembangunan tower. Dan, berhubung adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa tersangka akan melarikan diri atau menghilangkan barang bukrti atau mengulangi tindak pidana.

Usai mengantarkan tersangka kasus dugaan korupsi tersebut ke Carutan Sipirok, Kacabjari Ali Akbar Dasopang SH didampingi jaksa penyidik Nixon Andreas Lubis SH MSi kepada METRO mengatakan, setelah melaksanakan penyidikan dengan 33 pertanyaan, tersangka harus ditahan. Hal itu berdasarkan bukti-bukti yang sudah kuat. “Dalam menjawab beberapa pertanyaan, tersangka memang terkesan berbelit dan sering menghindar. Bukti kita sudah ada seperti adanya keterangan 51 dari 81 orang yang merupakan penerima ganti rugi, 9 kepala desa, 1 dari BPKAD Tapsel, 1 dari BPN, dan 1 dari manajer keuangan PT PLN Pikitring SUAR, dan semuanya sudah ada BAP-nya sebagai saksi,” paparnya.
Adapun pemotongan atau pengutipan yang diambil dari masyarakat penerima ganti rugi yakni diduga sebesar Rp66.070.000. (ran/dans) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Libatkan Nama Mantan Bupati Tapsel - Poldasu Sita 3.000 Batang Kayu

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*