Berkas kasus TPAPD Tapsel dikembali ke Poldasu

Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) mengembalikan Berita Acara Pemeriksaan (BAP)  kasus korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintahan Desa (TPAPD) sebesar Rp1.590.944.500 kabupaten Tapsel tahun 2005 ke Poldasu.

“Pengembalian itu, karena jaksa menilai berita acara pemeriksaan belum lengkap dan ada butir-butir yang harus dilengkapi guna pemantapan,” kata kepala seksi penerangan hukum dan humas Kejatisu, Edi Irsan Tarigan, kepada Waspada Online, tadi sore.

Edi Irsan tidak berani menyebutkan secara spesifik  butir-butir yang perlu dilangkapi dalam BAP tersebut.  Menurut Edi, butir butir yang perlu dilengkapi dalam oleh penyidik polisi adalah penguatan bukti- saksi- saksi yang terkait tentang hal itu.

“Karena hunbungan internal dalam proses penyidikan, maka butir-butir tersebut tidak kami beritahukan, “ ungkap Edi Irsan.

Ditanya apakah salah satu butir yang perlu dilengkapi oleh penyidik Poldasu tersebut adalah perlu adanya keterangan pejabat Sekdakab Tapsel ketika itu, Rahudman Harahap, humas Kejatisu mengatakan kemungkinan bisa saja, tetapi tergantung oleh penyidik Kejatisu.

”Kalau memang diperlukan oleh penyidik Kejatisu kenapa tidak,” ungkap Edi Irsan.

Edi Irsan menyebutkan, dalam pengembalian BAP kasus korupsi TPAPD ini masih dalam tahap pertama dan diminta pihak penyidik Poldasu agar segera melengkapi BAP tersebut sesuai dengan petunjuk penyidik Kejatisu.

Diketahui, kasus korupsi TPAPD Tapsel tahun 2005 sebesar Rp1,5 miliar lebih telah menyeret mantan pemegang kas Setdakab Tapsel waktu itu, Amrin Tambunan, sebagai tersangka.

Baca Juga :  Redam Konflik Tanah-Seluruh Lahan Ditinjau Ulang

Setelah melakukan berbagai pemeriksaan untuk melengkapi BAP, penyidik Poldasu pada, Rabu (29/5) lalu mengirimkan BAP ke Kejatisu.

Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=122523:berkas-kasus-tpapd-tapsel-dikembali-ke-poldasu&catid=77:fokusutama&Itemid=131

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*