Berlumpur dan Rawan Kecelakaan – Warga Keluhkan Kondisi Jalan Marancar Godang

Kondisi jalan di Desa Marancar Godang, Kecamatan Marancar, Tapsel, yang berkabut, berlumpur dan rawan kecelakaan. (Oryza)

TAPSEL – Warga mengeluhkan dampak pelebaran jalan yang sedang berlangsung di Marancar Godang, Kecamatan Marancar, Tapsel. Pasalnya jika turun hujan, jalan becek dan berlumpur. Hal itu membuat pengendara yang hendak melintas menjadi khawatir terjatuh akibat jalan licin.

Pantauan METRO, kemarin (2/12) di Desa Marancar Godang, tampak di sekitar lokasi sedang ada pelaksanaan proyek pelebaran jalan yang sedang dikerjakan pekerja.

Namun ketika hujan turun jalan tampak dipenuhi tanah-tanah bekas kerukan dan lumpur yang menyebabkan jalan licin dan rawan kecelakaan. Bahkan salah seorang warga yang hendak melintas sempat terjatuh dari sepedamotornya dan merasakan kesakitan.

“Licin sekali jalannya Bang, banyak lumpur, makanya saya terjatuh,” ucap Dewi (17) sambil berusaha bangkit dan mengangkat sepedamotornya.

“Kalau jalannya sebenarnya bagus, tapi gara-gara ada pengerjaan pelebaran jalan, tanah-tanahnya sampai ke badan jalan. Dan pas hujan begini jadi berlumpur,” ujarnya meringis kesakitan.

Syafrizal (49) warga yang juga melintas, ikut mengeluhkan kondisi jalan yang membuatnya merasa tidak nyaman itu. Menurutnya, seharusnya para pekerja membersihkan jalan dari tanah-tanah yang berserakan, bukan malah dibiarkan.

“Maunya ada bagian yang membersihkan sisa-sisa tanah yang berserakan ini, bukan dibiarkan begitu saja. Kalau begini, kan jadi susah kami lewat. Apalagi jalan ini terlihat landai, bisa-bisa terjadi kecelakaan, seperti terjatuh akibat jalan yang licin,” akunya kesal.

Baca Juga :  Parkir Semraut, Pasar Pabukoan Macet

Sementara pasca terjatuhnya pengendara sepedamotor di lokasi, Syarifuddin Sipahutar (45) yang merupakan seorang pekerja proyek tersebut, tampak sibuk mengambil air dengan menggunakan ember kecil sambil menyirami jalan yang tampak dipenuhi lumpur. Ia mengakui bahwa memang tidak ada pekerja yang khusus mebersihkan jalan dari sisa-sia tanah yang berserakan tersebut.

“Enggak ada pekerjanya Bang, memang sudah banyak warga yang mengeluh. Apalagi kalau hujan, pasti licin dan berlumpur. Tapi itupun kami usahakan dengan cara menyiraminya secara manual saja,” pungkasnya sambil sibuk membersihkan jalan seorang diri. (yza)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*