Berpotensi Curang, Ombudsman Monitor Penerimaan Murid Baru

MEDAN – Berpotensi curang, Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara akan terus memonitor pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2015/2016, mulai dari proses ujian penerimaan hingga berlangsungnya proses belajar mengajar tahun ajaran baru.

Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut Abyadi Siregar mengatakan, tingginya perhatian Ombudsman terhadap PPDB ini dikarenakan besarnya potensi kecurangan dalam proses PPDB. Abyadi menjelaskan, ada tiga potensi kecurangan yang dikhawatirkan terjadi dalam proses PPDB

Pertama soal kebocoran jawaban ujian kepada para peserta yang memiliki “kedekatan” dengan oknum-oknum di lingkungan sekolah.

“Ini sangat memungkinkan terjadi pada siswa yang sudah “diurus”. Akan sangat mudah pihak sekolah melakukan itu,” kata Abyadi, dalam keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut Abyadi mengatakan, potensi kecurangan kedua adalah penggelembungan jumlah siswa, seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

“Pada tahun lalu, penggelembungan jumlah siswa ini banyak terjadi di sekolah-sekolah, terutama di sekolah favorit. Bahkan sampai ada sekolah yang menggunakan laboratorium sebagai ruang belajar. Sampai-sampai siswa harus duduk menyamping. Ini akibat penerimaan siswa yang tidak sesuai dengan kapasitas ruangan sekolah,” ungkap Abyadi.

Kemudian potensi kecurangan ketiga, lanjut Abyadi, soal penyisipan siswa yang dilakukan setelah proses penerimaan selesai. Ombudsman Sumut sudah menemukan praktik seperti ini pada tahun lalu di sejumlah sekolah favorit.

Oleh karena itu, Ombudsman akan fokus pada tiga hal tersebut dalam pengawasan PPDB 2015/2016. Bahkan, tahun ini pihaknya akan melibatkan semua pihak. Termasuk bersinergi dengan Komisi B DPRD Medan yang membidangi pendidikan.

Baca Juga :  Gaji dan Biaya Politik Pilkada Tak Imbang

Untuk mengawasi PPDB tersebut, Ombudsman akan turun langsung ke sekolah-sekolah, hari ini, Senin (6/7/2015) untuk memantau proses pelaksanaan PPDB. Selain itu, pihaknya juga membuka posko pengaduan dan menerima seluruh laporan masyarakat bila menemukan kecurangan dalam praktik PPDB ini.

“Kita meminta dinas pendidikan dan pihak sekolah untuk melaksanakan PPDB ini, dengan meminimalisir terjadinya kecurangan-kecurangan. (Hari ini, red) kita akan turun ke sejumlah sekolah, baik SMP maupun SMA untuk mengawasi langsung pelaksanaan PPDB ini,” tandas Abyadi.

Pihaknya juga meminta masyarakat untuk melaporkan temuan bila ada kejanggalan dalam peneriman anak didik baru.


WASPADA.CO.ID

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*