Besok, Mbah Maridjan Dimakamkan – Siapa Pengganti Mbah Maridjan?

2137457620X310 Besok, Mbah Maridjan Dimakamkan Siapa Pengganti Mbah Maridjan?Keluarga Mbah Maridjan sepakat memakamkan juru kunci Gunung Merapi tersebut di kawasan Srunen, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Kamis (28/10/2010) sekitar pukul 10.00 WIB.

quote 1 Besok, Mbah Maridjan Dimakamkan Siapa Pengganti Mbah Maridjan?
Mbah Maridjan akan dimakamkan di Dusun Srunen, besok sekitar pukul 10.00.
— Agus
quote 1 Besok, Mbah Maridjan Dimakamkan Siapa Pengganti Mbah Maridjan?

Keputusan diambil setelah keluarga menggelar musyawarah di rumah Agus, orang dekat Mbah Maridjan, di kawasan Jalan Kaliurang Km 5, Yogyakarta, Rabu (27/10/2010) malam. Istri Mbah Maridjan menyetujui hasil musyawarah anak-anaknya.

“Mbah Maridjan akan dimakamkan di Dusun Srunen, besok sekitar pukul 10.00,” kata Agus.

Sebelumnya sempat beredar kabar, pemakaman akan dilakukan di Sidorejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan. Tidak diperoleh informasi detail mengenai alasan pemilihan lokasi pemakaman. Namun yang jelas, di dusun itu tinggal Mbah Tiar, adik ipar Mbah Maridjan.

Informasi lain menyebutkan, istri dan dua anak Mbah Maridjan akan tinggal di rumah Agus karena rumah mereka di Kinahrejo sudah hancur tersapu awan panas.

“Terakhir kali saya bertemu Mbah Maridjan dua minggu lalu. Saya bawakan kaset akapela lagu-lagu Jawa. Beliau sangat senang,” ujar Agus, yang mengaku sudah kenal dekat dengan Mbah Maridjan sejak 30 tahun lalu.

Satu kenangan yang tidak terlupakan Agus yaitu ketika Pilpres 2009 lalu, Mbah Maridjan tiba-tiba ingin ketemu wartawan. Saat itu ia mengatakan, “Mbok kalau mau cari jenang (dodol) lebih dulu cari jeneng (nama).”

Baca Juga :  Internet Indonesia Paling Pelan Nomor Dua

Agus menafsirkan, Mbah Maridjan ingin menyindir para politisi yang ingin berkuasa, tetapi belum punya nama. Jenang merupakan simbol kekuasaan, sedangkan jeneng simbol dari popularitas. (kompas.com)

Siapa Pengganti Mbah Maridjan?

0758545620X310 Besok, Mbah Maridjan Dimakamkan Siapa Pengganti Mbah Maridjan?
Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi saat berada di rumahnya di kaki Gunung Merapi tepatnya di Dusun Kinah Rejo Desa Umbul Harjo Kecamatan Cangkringan Sleman Yogyakarta.

Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku akan fokus terlebih dahulu menangani korban letusan Gunung Merapi. Saat ini belum ada rencana mencari pengganti Mbah Maridjan yang tugasnya menyiapkan acara rutin Keraton di Gunung Merapi.

quote 1 Besok, Mbah Maridjan Dimakamkan Siapa Pengganti Mbah Maridjan?
Belum ada niat untuk mencari pengganti Mbah Maridjan karena masih fokus pada penanganan korban.
— Sultan HB X
quote 1 Besok, Mbah Maridjan Dimakamkan Siapa Pengganti Mbah Maridjan?

“Belum ada niat untuk mencari pengganti Mbah Maridjan karena masih fokus pada penanganan korban. Nanti kita carikan lagi penggantinya,” ujarnya, saat diwawancarai wartawan, di RS Dr Sardjito, Rabu (27/10/2010) malam.

Menurut Sultan, Mbah Maridjan sulit diajak turun karena merasa punya tanggung jawab terhadap Gunung Merapi. Tahun 2006, Mbah Maridjan juga tidak mau turun dari lereng gunung dengan menjalankan tugas sebagai penjaga Merapi.

Sebenarnya, Sultan mengatakan bahwa Mbah Maridjan pada saat Gunung Merapi bererupsi kemarin sudah bersedia untuk dievakuasi. Namun, Mbah Maridjan minta waktu untuk shalat maghrib terlebih dahulu. Saat shalat itulah, awan panas atau wedhus gembel menerjang kampung dan rumah Mbah Maridjan yang mengakibatkan belasan orang tewas di dekat kediaman Mbah Maridjan.

Sultan mengatakan, Mbah Maridjan bagaikan pasukan disersi kalau meninggalkan Merapi. Dia lebih baik meninggal daripada meninggalkan Merapi. Hal ini, bagi Sultan merupakan konsistensi dan kesetiaan Mbah Maridjan.

Baca Juga :  Olah Kotoran Sapi Jadi Pengharum Ruangan, 2 Siswa Dikirim Ke Olimpiade

“Kalau harus meninggalkan Merapi itu seolah-olah meninggalkan tanggung jawabnya. Dia mengabdi pada tugas dan memilih mati dalam tugasnya itu, apa pun bahayanya. Dia teguh dalam prinsipnya,” kata Sultan. (Tribunnews/Willem Jonata)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*