BHL Kebersihan Mogok Kerja 300 Ton Sampah Menumpuk

(Analisa/didik sastra) MENUMPUK: Sampah menumpuk di sepanjang Jalan Veteran Kabanjahe hingga ke badan jalan, sehingga mengganggu arus lalulintas.

Karo, (Analisa). Buru harian lepas (BHL) Dinas Kebersihan  Karo mogok kerja. Akibatnya 300 ton sampah tersebar di sejumlah titik kantong pengumpulan limbah masyarakat sepanjang Jalan Jamin Ginting  tidak terangkat. Aroma busuk  sampah kini mulai mengganggu pengguna jalan, khususnya wisatawan di Kota Berastagi.

Gimayel Punjab kepada Analisa, Senin (12/5), akibat tumpukan sampah menyebarkan bau busuk tamu-tamu pengunjung warung miliknya  merasa terganggu.

Sudah tiga hari sampah tidak di angkut petugas Dinas Kebersihan. Hal itu membuat sampah beberapa hari lalu mulai membusuk dan keluarkan aroma tidak sedap, terlebih sampah limbah rumah tangga semakin menumpuk, dan memungkinkan bak penampungan tidak muat lagi.

Kepala Dinas Kebersihan  Karo Ir Musti Bangun melalui Kabid Kebersihan Teopilus S Tarigan dikonfirmasi Analisa mengungkapkan, sampah tidak terangkat sebab BHL di Dinas Kebersihan mogok kerja. Sudah tiga hari para pekerja kebersihan tidak bekerja.

Sebanyak155 tenaga BHL kebersihan biasa bertugas menanggulangi kebersihan di wilayah Karo mogok kerja, sebagai bentuk protes karena  jalan lima bulan gaji mereka tidak dibayar.

Sejak mogok kerja para, terhitung  sudah tiga hari pelayanan kebersihan di 8 kecamatan tidak terlayani dan menyebabkan sampah jenis basah mudah busuk mulai menyebarkan aroma tidak sedap yang menyengat hidung, kata Teo.

Baca Juga :  Trisia Rela Kakinya Diamputasi

Menurut Musti Bangun, setiap hari sampah dapat diangkut Dinas Kebersihan Karo 340 meter kubik. Jadi sekarang ini wajar sampah menumpuk di bak-bak sampah lokalisasi penampungan limbah masyarakat yang tersedia, memungkinkan daya tampung bak sampah tersedia sekarang ini tidak mampu lagi menampung, dan itu memperparah keadaan apalagi bila sampai sampah limbah rumah tangga meluber ke jalan.

“Dinas Kebersihan Karo mau berbuat bagaimana saat ini. Posisi  kita serba salah. Mau memaksakan kehendak kita pada tenaga BHL kebersihan untuk bekerja mengangkut sampah tidak mungkin. Bisa-bisa kita diamuk. Sekarang ini saya pribadi hanya bisa melihat dengan senyum pasrah, tapi tak rela atas aksi dilakukan bawahan saya,” katanya.

Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Kabupaten Karo, Bernard Pangaribuan mengatakan pada Analisa, mengenai aksi mogok kerja petugas kebersihan Karo itu sah-sah saja. Soalnya lima bulan tidak di gaji hanya disuruh bekerja siapa mau.

Sebab itu, Pemkab Karo dan DPRD harus duduk satu meja guna menyelesaikan permasalahan ini. Sampah tidak terangkut  selain menyebarkan bau busuk, juga bisa mengganggu kesehatan karena sampah bisa munculkan bakteri yang dapat ganggu kesehatan.

Diharapkan kepada Pemkab Karo dan DPRD segera luruskan polemik APBD, agar keadaan di Karo kembali stabil dan kondusif, tidak seperti saat ini sampah menumpuk dimana-mana, parahnya kantor DPRD disegel dengan sampah. (dik)

Baca Juga :  Tekuk Turkmenistan 4-3 , Indonesia Lolos Ke Babak Ketiga Pra Piala Dunia

Sumber: analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*