Biarkan Jalan Rusak Pemprovsu Bisa Dihukum

(Analisa/tohong p harahap) LONGSOR: Jalan rusak akibat longsor di Jalan Lintas Hutaimbaru-Sipiongot tepatnya di daerah Gunung Manobot, Desa Sungai Datar, Kecamatan Dolok, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), belum ada tanda-tanda perbaikan, Senin (11/5).

Paluta, Ketua Komisi B DPRD Padang Lawas Utara (Paluta) Abdul Gafur Simanjuntak ST, meminta pemerintah terkait secepatnya mengantisipasi kondisi jalan yang rusak dan longsor di Jalan Lintas Hutaimbaru-Sipiongot tepatnya di daerah Gunung Manobot, Desa Sungai Datar, Kecamatan Dolok, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).

“Sampai saat ini belum ada tanda-tanda perbaikan, padahal jalan sudah tak lagi layak untuk dilintasi dan nyaris putus. Berdasarkan Pasal 24 Undang-undang LLAJ, penyelenggara jalan wajib segera dan patut untuk memperbaiki jalan rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Jika tidak dilaksanakan bisa dikenakan sanksi hukum apabila membiarkan jalan rusak tanpa melakukan perbaikan atau rambu-rambu peringatan kerusakan jalan,” ujar Gafur kepada wartawan, Senin (11/5).

Politisi muda Gerindra ini menyebutkan, hasil kunjungan mereka ke Dinas Jalan dan Jembatan Provinsi Sumatera Utara, jalan itu merupakan wewenang provinsi. Namun sampai sekarang belum ada tanda sama sekali perbaikan dan tanggap darurat, padahal kondisi jalan tersebut sudah semakin parah dan membahayakan masyarakat.

Selain itu. lanjutnya, merujuk Pasal 273 ayat empat, penyelenggara jalan yang tidak memberi tanda atau rambu pada jalan yang rusak dan belum diperbaiki dapat dipidana.

Baca Juga :  Dalam Sepekan, 3 Titik Longsor Terjadi di Tapsel

Berdasarkan pasal tersebut, penyelenggara jalan yang tidak memberi antisipasi pada jalan rusak yang belum diperbaiki dapat dipidana dengan ancaman hukuman penjara maksimal enam bulan atau denda paling banyak sebesar Rp1,5 juta.

Pantauan wartawan, saat ini kondisi jalan semakin rusak dan terbelah diakibatkan oleh curah hujan yang cukup tinggi beberapa minggu belakangan ini, sehingga menyebabkan sebagian badan jalan mengalami longsor serta kondisi seperti ini sudah berlangsung beberapa minggu terakhir.

Untuk melalui jalan tak sedikit warga dan pengemudi yang hampir mengalami kecelakaan, dan terperosok masuk ke jurang yang mempunyai kedalaman 50 meter, padahal jalan itu merupakan akses utama. (ong)


Analisa

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*