Biaya Rehab Rumah Dinas Walkot Sibolga Capai Rp6 M

pindah rumah Biaya Rehab Rumah Dinas Walkot Sibolga Capai Rp6 M Tahap I Dianggarkan Rp1,3 M
SIBOLGA-METRO; Diperkirakan total dana merehabilitasi (rehab) rumah dinas (rumdis) Wali Kota (Walkot) Sibolga secara bertahap mencapai Rp6 Miliar. Dan dana untuk tahap I yang diusulkan pada draf P APBD 2010 sebesar Rp1,3 miliar.

Kontan saja, anggaran ini mendapat kritikan pedas dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPD MAPIKOR (Masyarakat Pemerhati Korupsi) Sibolga-Tapteng, Marjuddin Waruwu. Ia menilai, dana rehab rumdis Walkot Sibolga untuk tahap I sebesar Rp1,3 miliar adalah mubajir. Untuk itu, ia mengimbau agar DPRD Kota Sibolga memangkas atau bila perlu menolak anggaran dana tersebut. “Saya pikir itu sangat mubajir,” tutur Marjuddin di Sibolga, Senin (27/9).

Marjuddin yang mengaku kaget begitu melihat usulan dana rehab rumah dinas tersebut mengatakan, masih banyak aspek pembangunan lain yang lebih menyentuh kepentingan rakyat, yang seharusnya lebih diprioritaskan. Seperti perbaikan sarana dan prasarana air minum, perbaikan jalan, gang, yang mana manfaatnya langsung dapat dinikmati masyarakat.

“Padahal, dalam APBD sebelumnya, ada juga anggaran dana peruntukan serupa. Inikan mubajir namanya,” tandasnya.

Dipandangnya, pengalokasian dana sebesar itu hanya memenuhi kepentingan pihak tertentu saja. Sehingga perlu dipangkas untuk disesuaikan dengan kebutuhan yang wajar. “Kita berharap program pembangunan ke depan agar lebih pro rakyat. Ini yang kita aspirasikan melalui bapak-bapak dewan terhormat,” ujarnya.

Pos dana dalam draf PAPBD Kota Sibolga 2010 yang diajukan Pemko Sibolga itu sendiri sebelumnya sempat menimbulkan pro-kontra di Komisi III DPRD Sibolga, dan kini masih dalam pembahasan.

Baca Juga :  Kasus Rahudman akan di SP-3?

“Mengingat memang rumah dinas wali kota sudah perlu direhab, maka direncanakan total dana merehabnya sekitar Rp6 miliar. Usulan pada draf P APBD 2010 ini adalah untuk tahap I sebesar Rp1,3 miliar. Jadi pada prinsipnya kita sepakat tidak ada pemborosan dengan diupayakan membagi anggaran secara bertahap. Dan pengerjaannya nanti harus maksimal,” papar Ketua Komisi III DPRD Sibolga, Jamil Jeb Tumori melalui selulernya, Senin (27/9).

Jamil mengungkapkan, rumah dinas wali kota memang sudah perlu direhab.  Mengingat rumah tersebut sudah puluhan tahun belum pernah direhap total. Namun ia menyarankan agar  ornamen dan bentuk bangunan rehab fisik tersebut nantinya dirancang  sesuai  ciri khas Kota Sibolga,  seperti sebutannya sebagai “Kota Berbilang Kaum”. “Artinya, dengan ornamen dan bentuk bangunan  yang  khas tersebut, maka dapat menunjukkan ikon Kota Sibolga,” ungkapnya. (mora)

Sumber : METRO SIANTAR

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*