Bila MEA Diberlakukan – Produk Sidimpuan Dikhawatirkan Kalah Bersaing

Kota Padangsidimpuan

P Sidimpuan. Pelaksanaan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) yang secara aktif diberlakukan pada 31 Desember 2015 tinggal menunggu hari saja. Pertanyaannya bagaimana persiapan pengusaha-pengusaha lokal. Anggota DPRD PadangSidimpuan masih meragukan kesiapan pengusaha lokal untuk bersaing. “Pemberlakuan MEA nanti sangat berdampak pada merosot nilai jual produksi lokal dibanding produksi yang masuk ke daerah kita ini,” kata Ketua Fraksi PDI-P Kota Padangsidimpuan Rudi Hermanto, belum lama ini. Kekhawatiran itu bukan tidak beralasan. Keberadaan usaha lokal belum fight untuk dapat bersaing dari produksi yang bakal masuk. “Tidak cuma masalah harga yang lebih terjangkau juga secara kualitas unggul,” katanya.

Berlakunya MEA akan memunculkan kompetisi dalam perdagangan antar negara-negara tergabung seperti Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Brunai Darussalam, Kamboja, Vietnam, Laos dan Myanmar.

Rudi memperkirakan dalam waktu kurang dari satu barang-barang inpor bakal bebas lalu lalang memasuki pasaran di Indonesia. Apabila pelaku usaha kecil produk lokal tidak melakukan terobosan guna meningkatkan daya saingnya, niscaya akan terimbas oleh barang buatan asing dan tidak tertutup kemungkinan pegusaha kecil akan gulung tikar.

Sebenarnya meningkatkan daya saing atau kualitas produk lokal tidak begitu sulit, apabila sejak jauh hari pemerintah kota serius melatih dan mendatangkan tenaga ahli serta perangkat alat produksi lebih modern membantu pelaku usaha kecil di Kota Padangsidimpuan.

Seperti di daerah lain yang membangun techno park yang berupa kawasan terpadu berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang memadukan unsur pengembangan iptek, kebutuhan pasar industri dan bisnis serta penguatan daya saing daerah.

Baca Juga :  Jumlah Suara Setiap Partai Di Kecamatan Aek Nabara Barumun

Rudy Hermanto mengatakan dalam techno park ini akan menjadi pusat pengembangan pengetahuan dan teknologi atas potensi produk lokal yang bisa ditingkatkan daya saingnya sehingga tidak kalah dengan produk buatan negara lain.

“Melalui techno park ini produk lokal andalan kita dikembangkan dan ditingkatkan kualitasnya. Kemudian dibidik pangsa pasarnya sehingga pelaku usaha bisa survive menghadapi serbuan produk negara lain,” jelasnya.

Usulan pembangunan techno park ini, kata Rudy, sudah sering disampaikan pihaknya kepada Pemerintah Kota baik melalui pemandangan Fraksi PDI-P di DPRD atau tatap muka langsung dengn petinggi Pemko Padangsidimpuan namun seakan tidak ada tanggapan.

Kepala Dinas Perindustirian Perdagangan, UKM, Koperasi Dan Pasar Padangsidimpuan Armen Dame Harahap mengatakan, tujuan MEA adalah aliran bebas barang, jasa dan tenaga kerja terlatih serta aliran investasi yang lebih bebas antar negara ASEAN yang akan diberlakukan mulai akhir Tahun 2015 ini susuai Perpres Nomor 32 Tahun 2011. “Dengan potensi dan kondisi yang ada kita tetap berupaya memberikan pendampingan dan pelatihan kepada pelaku usaha kecil supaya semakin berkembang dengan daya saing,” katanya.


MedanBisnis -(ikhwan nasution)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*