Bila PNS Di Palas Bolos, Jabatan jadi Taruhan

Selasa, 23 Pebruari 2010- www.metrosiantar.com

PNS Diberikan Sanksi Penurunan Golongan
pns Bila PNS Di Palas Bolos, Jabatan jadi Taruhan PALAS-METRO;
Bupati Kabupaten Padang Lawas Basyrah Lubis SH, mengimbau seluruh pihak yang mengetahui pegawai negeri sipil (PNS) bolos dari pekerjaan, segera laporkan kepada pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) masing-masing. Tujuannya, agar diberikan sanksi. Misalnya, berupa teguran atau penurunan jabatan dan golongan.

Basyrah Lubis SH juga mengingatkan kepada seluruh PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Palas, agar jangan bolos pada jam kerja tanpa alasan jelas. Sebab, yang bersangkutan dapat diberikan sanksi sesuai peraturan disiplin PNS yang berlaku. Bahkan, jabatan dan golongan PNS yang bolos tersebut jadi taruhannya.

“Kita telah menyurati seluruh SKPD se-Palas agar melakukan pembinaan kepada para PNS di jajaran Pemkab, agar tetap disiplin kerja sesuai tupoksi masing-masing. Pasalnya, PNS adalah pelayan rakyat, bukan untuk dilayani. Dan jika ditemukan PNS nakal, laporkan kepada pimpinan SKPD yang bersangkutan, agar diberikan sanksi tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Bupati, Senin (22/2).

Lebih lanjut Bupati menegaskan, bagi PNS yang tidak masuk kerja, akan diberikan sanksi sesuai kesalahan pelanggaran disiplin yang bersangkutan. Bisa saja surat teguran pertama atau penurunan golongan dan jabatan. “Ini perlu dilakukan demi untuk kemajuan Palas ke depan, karena PNS adalah miniatur tolak ukur kemajuan daerah. Bagaiamana bisa maju kalau PNS-nya tidak disiplin, jadi harus dimulai dari PNS-nya,” pungkas Bupati.

Baca Juga :  Lepas Landas 5 Menit, Pesawat Riau Airlines Diancam Bom

Sementara itu, Gerakan Mahasiswa Pemuda Peduli Palas (GMP3) sangat mendukung rencana Bupati untuk menindak tegas PNS yang sering bolos di jam kerja. “Biasanya sasaran PNS adalah nongkrong di warung-warung, sehingga masyarakat yang berurusan pun menjumpai PNS tersebut di warung. Padahal ada kantor yang dibangun pemerintah. Inilah realita yang ditemui di lapangan,” terang Ketua GMP3 Mardan Hanafi Hasibuan. (amr)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Mohon maaf bila komentar menyimpang dari Topik. Bapak Bupati Padang Lawas, tolong diusut dan ditindak KEPALA PUSKESMAS BINANGA Kec.Barumun Tengah, bahwa sekitar bulan Nopember 2009 salah asatu Warga masyarak yang bernama SAHARI SAMOSIR meninggal dunia pada saat akan melahirkan anaknya yang pertama, kejadiannya adalah :malam hari pada saat akan melahirkan Sahari Samosir yang tinggal di Desa Hutapasir dibantu oleh seorang Bidan Desa, namun karena secara medic, pasien sudah krisis, lalu oleh si Bidan sipasien dinfus lalu dibawa ke Puskesmas Binanga dengan menggunakan sepeda motor, karena proses persalinan harus operasi segera lalu dokter jaga Puskesmas Binanga menyarankan kepada keluarga pasien untuk segera di bawa ke Rumah Sakit Padang Sidempuan,dan pihak Puskesmas (penanggungjawab AMBULAN) Sdr HERMAN meminta ongkos ambulan dari Binanga ke P.Sidempuan sebesar Rp.1.000.000,- sedangkan keluarga pasien hanya mampu sebesar Rp.500.000,- namun ditolak oleh pihak Puskesmas dengan alasan bahwa sudah keputusan Perda (BUPATI PALAS) BAHWA TARIF AMBULAN SEBESAR RP.1JUTA, sehingga pasien tidak diantar ke Rs. Sidempuan dan ditelantarkan dalam keadaan sekarat, lalu keluarga pasien yang tidak mampu membayar ambulan Puskesmas kemudian berusaha mencari mobil dan meminta bantuan warga pemilik mobil pick-up (bak terbuka) untuk membawa pasien ke Rs. Sidempuan dan dalam perjalanan sebelum sampai ke P.Sidempuan, sipasien meninggal Dunia di dalam mobil bakterbuka. Inna lillahi Wainna Ilai Rojiun. TELAH MATI MATA HATI DOKTER PUSKESMAS BINANGA DAN PEGAWAIAN YANG ADA ADALAH DUIT….DUIT DAN DUIT. Nauju billah min jalik. Kalaulah Pihak Puskesmas Binanga tidak menelantarkan pasien tersebut semalaman di Puskesmas Binanga dan tidak semata-mata melihat dan mengharap uang ongkos ambulan Rp.1juta, mungkin JIWA SAHARI SAMOSIR masih terselamatka. BAGAIMANA KASUS INI PAK BUPATI PALAS . Wassalam Tersimakasih.

    • Supaya pesan anda lebih terbaca maka menyarankan anda membuat tulisan lengkapnya lengkap dengan identitas diri anda terus dikirimkan kepada apakabarsidimpuan@gmail.com, dan seterusnya kami dari admin akan mempublih-kan nya di halaman depan.

      maaf kami meminta identitas anda hanya sebagai pertanggung jawaban kami nantinya bila pihak terkait menanyakan sumber berita…
      atas perhatiannya kami sampaikan terimakasih

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*