Bocah 7 Tahun Tewas Keracunan Minuman Kemasan

Setelah menjalani perawatan di rumah sakit, Salefi Natalia Dachi, bocah perempuan berusia 7 tahun, warga Jl Menteng VII, Gang Wakaf, Kecamatan Medan Denai, akhirnya meninggal dunia. Kuat dugaan, Salefi meninggal usai mengkonsumsi minuman kemasan yang dibeli dari salah satu warung di dekat rumah korban.

Natalia yang masih duduk di kelas dua SD, meninggal di rumah sakit, Selasa (15/2/2011) sore. Pertolongan medis sudah diupayakan semaksimal mungkin karena dugaan keracunan yang dialami korban, namun akhirnya tak bisa tertolong lagi.

Kematian korban mengakibatkan duka mendalam bagi keluarga. Bahkan ibu korban, Raeta Daeli (39) menjerit histeris saat jenazah korban tiba di rumah duka. Dia memeluk jenazah anaknya sambil meratap sedih.

Ayah korban, Restu Mei Dachi menuturkan, anaknya mengalami muntah-muntah setelah mengkonsumsi minuman kemasan tersebut pada Minggu (13/2/2011) lalu. Seorang kawannya, juga ikut mengkonsumsi minuman tersebut dan langsung mual-mual.

“Anak saya memang minum minuman kemasan. Kemudian muntah-muntah. Salah satu temannya hanya mual dan kupingnya langsung merah setelah minum minuman kemasan itu,” kata Restu.

Karena kondisinya mengkhawatirkan, Natalia kemudian dibawa ke rumah sakit, namun setelah mendapat perawatan selama tiga hari, jiwanya tak tertolong.

Terkait masalah ini, Restu menyatakan, dia akan membuat laporan pengaduan kepada pihak kepolisian setelah hasil adanya hasil penelitian dari laboratorium tentang sampel muntah, apakah minuman tersebut terbukti mengandung racun atau bahan kimia berbahaya lainnya.

Baca Juga :  Ke Mabes Polri - Disorot Kamera, Briptu Norman Malu-malu

Rencananya, pihak keluarga akan memakamkan jenazah Natalia, di pekuburan umum di kawasan Simalingkar B, Kecamatan Simpang Selayang Medan, Rabu (16/2/2011) siang. (kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*