Bom Bunuh Diri Tewaskan 20 Orang di Pakistan

(AP/Rohullah Shakir) Petugas kepolisian Pakistan memeriksa lokasi bom bunuh diri di kompleks pemakaman di Shina Samar Bagh, Kamis (15/9).

Shina Samar Bagh, (Analisa). Seorang pembom bunuh diri menyerang lokasi pemakaman umum di Pakistan, Kamis (15/9), menewaskan setidaknya 20 orang serta melukai 60 orang lainnya.

Ledakan tersebut terjadi pada 15 mil (25 Km) di wilayah yang berbatasan dengan Afghanistan.

Pembom menyerang sekitar 200 orang yang sedang berkabung saat menghadiri pemakaman di pedesaan Shina Samar Bagh, kata petugas kepolisian–Sher Hassan Khan.

Petugas kepolisian lainnya, Salim Marwat mengatakan penyerang bersembunyi di dekat lapangan lalu berlari kearah pemakaman sambil berteriak lalu meledakkan bom tersebut.

Saksi mata Gull Rehman mengatakan si penyerang turut tewas dalam pemboman itu, ia menggambarkan penyerang tersebut seorang berjanggut lebat. Rehman mengatakan ledakan tersebut membuatnya terjatuh tapi ia dapat bangun sendiri dan menolong mereka yang terluka dengan membawanya ke rumah sakit.

Acara pemakaman tersebut diperuntukkan bagi Bakhat Khan, yang menjadi seorang anggota Laskar setempat atau militan yang digunakan melawan kekuasaan Taliban di wilayah tersebut, kata kepolisian. Ia tewas pada Rabu malam waktu setempat.

Suku setempat yang berada di Barat Laut telah membentuk beberapa militan, tempat mereka biasanya menerima biaya dari pemerintah yang terbatas. Mereka beberapa kali telah berhasil menghentikan penyusupan militan, tapi telah sering menerima serangan balas dendam.

Banyak pemboman berdarah pada tiga tahun belakangan ditujukan kepada anggota laskar atau keluarga mereka.

Baca Juga :  Pangeran William dan Kate Middleton Resmi Jadi Suami-Istri

Senin, kelompok bersenjata Taliban membunuh empat orang anak saat mereka pulang dari sekolah di dekat kota Peshawar. Pemberontak mengatakan serangan tersebut ditujukan pada militan setempat.(AP/echo)

Analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*