Bonaran Disambut Praktisi Hukum

Seorang praktisi hukum di wilayah Kota Sibolga-Kabupaten Tapteng, menyambut baik pencalonan pengacara kondang, R Bonaran Situmeang SH MHum, menjadi bakal calon Bupati Tapteng periode 2011-2016, di Pemilukada Tapteng, Maret 2011 mendatang.

“Tapteng membutuhkan pemimpin yang mengerti dan menguasai hukum, sehingga dapat meminimalisir tindakan korupsi di lingkungan pemerintahannya,” kata salah seorang praktisi hukum di Sibolga-Tapteng, Mahmuddin SH, di Sibolga, Rabu (8/9).

Menurut dia, saat ini banyak penyelenggaran pemerintahan hingga di tingkat daerah yang berhadapan dengan hukum, terutama dalam kasus-kasus dugaan korupsi. Salah satu penyebabnya ialah minimnya pengetahuan tentang hukum. “Bonaran mengerti dan ahli di bidang hukum, sehingga dapat dipastikan beliau (Bonaran, Red) mengetahui betul apa itu korupsi, sehingga dapat meminimalisir tindakan korupsi di lingkungan pemerintahan melalui kebijakan dan peraturan daerah dalam hal pengawasan yang diterbitkan,” sebut Mahmudin.

Hal lain yang perlu disikapi menyambut baik pencalonan Bonaran ini, lanjutnya, ialah kondisi masyarakat di Tapteng saat ini yang banyak mengalami ketidakberdayaan menghadapi “investor-investor”, yang melakukan penyerobotan lahan tanpa ganti rugi dengan dalih untuk pembangunan.

“Lahan-lahan rakyat yang merupakan warisan leluhur dan sudah diusahai keluarga secara turun-temurun, dengan enaknya diserobot dan diklaim sebagai lahan investor. Dengan kondisi demikian, rakyat Tapteng membutuhkan “pembela” dan sosok tersebut ada pada Bonaran,” katanya.

Pengacara yang juga mantan Ketua Panwaslu Kabupaten Tapteng ini menambahkan, Bonaran selaku putra daerah asal Sorkam, diyakini akan melakukan perubahan pembangunan ke arah pembangunan yang lebih menyentuh kepentingan rakyat, ketimbang pembangunan yang tidak jelas arah sentuhannya.

Baca Juga :  Surat Izin Pemanggilan Rahudman Sudah Sampai di Sekretariat Presiden

Menurutnya, banyak jalan-jalan rusak, berliku dan sempit di wilayah Tapteng seolah tidak pernah tersentuh pembangunan, termasuk pemberdayaan masyarakat di pedesaan yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Petani pada dasarnya sangat membutuhkan pengetahuan cara menanam hingga memanen padi dengan baik. “Masyarakat pemilih di Tapteng diimbau untuk lebih jeli dan peka dalam menentukan siapa yang layak untuk memimpin Tapteng kurun waktu 5 tahun ke depan,” tandasnya

Sumber: METRO SIANTAR

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*