Bos Media Merapat ke Nasdem, PPP-Golkar Resah

JAKARTA – Sejumlah pagar dalam rangkaian pembahasan RUU Pemilu juga mulai diarahkan ke media. Maraknya sejumlah bos media terlibat dalam politik praktis menjadi pemicunya.

1501996782353ae3c9274fd9a8ac592f5f64bb5e Bos Media Merapat ke Nasdem, PPP Golkar Resah
Surya Paloh, Hary Tanoesoedibjo dan Indiarto Sutarto menyanyikan lagu Indonesia Raya saat menghadiri rapat pimpinan nasional (Rapimnas). (9/11).

Sekjen DPP PPP M. Romahurmuziy menilai, penggunaan media untuk kepentingan partai penting untuk ikut diatur masuk di dalam bagian revisi RUU yang bakal segera dibahas di parlemen tersebut. Bukan hanya saat masa kampanye, tapi juga masa di luar kampanye. “Ini penting untuk tidak membuat media kehilangan independensinya dan mendorong terjadinya persaingan tidak sehat,” ujar Romahurmuziy, dalam pernyataannya, kemarin (9/11).

Hingga sejauh ini, ketentuan di UU Pemilu hanya mengatur iklan PSA (Public Service Advertismenet) partai maksimum 10 kali per hari per TV, selama masa kampanye. “Itu pun pengawasannya pada Pemilu 2004 maupun 2009 tidak pernah dipublikasikan oleh KPU maupun Bawaslu,” imbuhnya.

Karena itu, kedepan, pihaknya siap mendorong perlunya diatur secara lebih tegas lagi, terkait mekanisme pelaporan partai kepada KPU atau Bawaslu tentang biaya iklan yang harus dibuktikan dengan log proof tayangan di TV, radio, atau jenis media lainnya. Termasuk di dalamnya mekanisme pengawasan dan audit oleh lembaga penyelenggara dan pengawas pemilu tersebut. “Selain tentu saja maksimal kuantitas dan durasi iklan partai di berbagai media, baik di luar maupun di dalam masa kampanye,” paparnya.

Kemarin, bersamaan dengan pembukaan Rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Nasdem, di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, bos Media Nusantara Citra (MNC) Group Harry Tanoesoedibjo, akhirnya tampil secara terbuka terkait keputusannya bergabung dengan partai besutan Surya Paloh tersebut. Bahkan, tidak hanya menjadi simpatisan biasa, dia bahkan dipercaya menjadi ketua Dewan Pakar Partai Nasdem. (dyn/bay/jpnn)

Baca Juga :  Zainuddin MZ Figur Yang Sulit Dicari Penggantinya

jpnn.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*