BPA, Garda Terdepan Dalam Melestarikan Budaya Tapsel

Senin, 01 Pebruari 2010 – www.metrosiantar.com

lestarikan Budaya Tapsel

TAPSEL-METRO; Ketua Badan Pemangku Adat (BPA) Kecamatan Sipirok, Mangaraja Solonggahor Siregar didampingi tokoh masyarakat Sipirok, MGR Alam Perkasa Hutasuhut, mengatakan, BPA merupakan garda terdepan untuk menggali dan melestarikan kebudayaan Tapsel.

Keduanya mengatakan, tujuan BPA adalah mempererat persaudaraan antar desa dengan desa yang lainnya, menggali kembali adat dan budaya Tapsel yang sudah lama terlupakan dan dapat menyampaikannya kepada masyarakat, khususnya generasi muda untuk diaplikasikan dalam kehidupan nyata.

“Kami sebagai tokoh adat dan tetua khususnya di Kecamatan Sipirok, sangat mendukung program yang dibuat oleh Bupati Tapsel, Ongku P Hasibuan dengan membentuk BPA dengan harapan adat dan budaya Tapsel kembali dapat menjadi ciri khas Kabupaten Tapsel,” ujar keduanya.

Dengan terbentuknya BPA ini, lanjut keduanya, ada beberapa hal yang sudah dan akan terus dilaksanakan sesuai dengan program Bupati Tapsel, Ongku P Hasibuan di antaranya adalah bahwa tidak ada perbedaan suku, agama, ras dan lainnya.

“Selama ini beliau sudah menunjukkan jika beliau merupakan tokoh yang pluralis atau orang yang menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, makanya kami dari BPA sangat antusias mendukung program ini hal ini bisa kami buktikan di tengah keberagaman suku, ras dan agama serta adat di Sipirok dan Tapsel secara keseluruhan,” ungkap mereka.

Di samping itu, Tapsel yang kental dengan falsafah Dalihan Natolu (Kahanggi, Mora dan Anak Boru) ini diaplikasikan Bupati Tapsel, Ongku P Hasibuan dalam setiap kesehariannya dan selalu diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga program BPA sejalan dengan apa yang dilakukan oleh Ongku P Hasibuan yang sama-sama memegang teguh falsafah Dalihan Natolu. (phn)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  14 Kasus Kaki Gajah di Tapsel

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*