Bromo Awas, Zona Bahaya 3 Km

Surabaya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur memastikan jika Gunung Bromo meletus seperti tahun 2004 lalu, warga sekitar tidak perlu mengungsi dan dievakuasi.

“Keputusannya masih menunggu gejala aktivitas vulkanik di Bromo. Kalau letusannya seperti tahun 2004 lalu yang menelan dua korban wisatawan, ya tidak perlu diungsikan,” tegas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jatim, Sahrul Arifin, Rabu (24/11/2010).

Menurut dia, saat ini terdapat 4.849 warga yang tinggal di empat desa dengan radius lima kilometer (KM) dari puncak kawah Gunung Bromo. Mereka terbagi di Desa Ngadisari sebanyak 1.556 jiwa, Desa Jetak 594 jiwa, Wonoroto 1.290 jiwa, Wonokerto 730 jiwa, dan Ngadas 679 jiwa.

Seluruh desa tersebut berada di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Warga di lima desa ini berpotensi terkena awan abu dan hujan kerikil.

Sejak Rabu (24/11/2010) dini hari tadi, BPBD Jatim telah menerjunkan lima anggota petugas siaga bencana ke Gunung Bromo. Tim ini untuk memetakan daerah mana yang berbahaya dan mencari daerah aman untuk lokasi pengungsian.

Selain menurunkan tim pengamat, BBD Jatim juga telah menerjunkan 500 relawan dari Taruna Siaga Bencana serta dari Jatim Rescue yang berasal dari Jember, Probolinggo, Malang, Batu, dan Lumajang.

Ada dua hal yang perlu diwaspadai jika Gunung Bromo meletus, yakni letusan freatik yang bisa membawa abu vulkanik dan lontaran lava pijar.

Baca Juga :  ABK Asal Indonesia Diperbudak, Makan Nasi Siraman

“Kalau lontaran lava pijar Bromo paling jauh 1 kilometer,” kata Kasubid Pengamatan Gunung Berapi, PVMBG Bandung, Agus Budiyanto, Rabu (24/11/2010).

Kandungan letusan asap yang membawa abu vulkanik dan kandungan belerang tidak baik untuk manusia. “Pokoknya sekarang, manusia dilarang beraktivitas di Lautan Pasir khawatir Bromo meletus,” ungkap Agus.

Sebagaimana diberitakan, status Bromo meningkat dari waspada menjadi awas sejak Selasa (23/11/2010). Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur meminta kawasan lautan pasir yang berada radius 3 kilometer dari puncak Gunung Bromo steril.

Asap belerang yang disembur gunung berapi di Probolinggo tersebut dinyatakan berbahaya. Sejauh ini, Pemprov Jatim belum memerintahkan untuk masyarakat sekitar lereng Bromo untuk mengungsi ke tempat lebih aman. [beritajatim.com]

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*