Buah Maja, Alternatif Pembuatan Pupuk Organik

buah%2Bmaja Buah Maja, Alternatif Pembuatan Pupuk OrganikBuah yang memiliki identitas rasa pahit di lidah itu ternyata memiliki manfaat yang sangat berguna bagi petani, sebab buah tersebut bisa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan bagi pupuk organik (kompos). Ketua Kelompok Tani Martabe, asal Desa Lubuk Raya, Padang Sidimpuan, Nely Harahap mengungkapkan, untuk pembuatannya juga tergolong mudah, meskipun membutuhkan waktu yang relatif tidak sebentar.

“Buah maja ini dapat dijadikan bahan dasar pembuatan pupuk kompos. Dan hasilnya juga sangat bagus,” ungkapnya kepada MedanBisnis, Jumat (5/12) di Stand milik Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kota Padang Sidimpuan, dalam pelaksanaan kegiatan, Pekan Pasar Tani ke-11, di halaman Dinas Pertanian Sumatera Utara.

Nely menjelaskan, sebagai tahapan dalam pengolahan pembuatan buah maja itu menjadi pupuk organik ialah terlebih dahulu buah tersebut dibelah menjadi dua, guna selanjutnya dikorek untuk diambil isi didalamnya.

Setelah itu, isi buah maja pun diblender, lalu dicampurkan dengan air cucian beras beserta air dari buah kelapa yang sudah tua.

“Lalu buah maja itu difermentasikan selama 21 hari lamanya dan disaring. Sehingga buah maja itu berubah menjadi cairan berwarna hitam pekat yang kita sebut sebagai mol buah maja,” jelasnya.

Tahapan selanjutnya, sambung Nely, ialah proses pembuatannya menjadi kompos. Hal itu dilakukan dengan memakai bahan jerami padi serta pupuk kandang. “Pupuk kandang bisa dipakai dari kotoran ternak apa saja, tetapi yang lebih baik ialah dengan memakai kotoran lembu,” sebutnya.

Baca Juga :  Dana Pelatihan P2KP Diduga Difiktifkan di Sidimpuan

Nely kembali menyebutkan, jerami padi yang ada itu terlebih dahulu dicincang dan di satukan dengan pupuk kandang tersebut, lalu disiram dengan mol dan ditutup rapat di dalam goni.

Tak hanya di situ, Nely mengingatkan selama masa penutupan, dalam kurun waktu 3 hari sekali, buah maja yang sudah tercampur itu harus dibalik dari atas bawah. Hal itu harus terus dilakukan juga selama 21 hari lamanya.

“Setelah itu semua, campuran itu selanjutnya digiling dan jadilah pupuk kompos buah maja ini,” ujar Nely.

Nely menerangkan, meskipun termasuk tanaman yang langka, tetapi secara liar pohon maja itu juga terdapat di kawasan Padang Sidempuan. Tetapi sayangnya banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa ternyata buah itu merupakan buah maja.

Nely sendiri mengaku, untuk memperoleh benihnya, awalnya ia mendapatkannya langsung dari Tasikmalaya. Selanjunya hingga sekarang dikembangkannya di Padang Sidimpuan.

Saat ini, pupuk organik hasil olahan dari buah maja tersebut kata Nely sudah dikomersilkan ditingkatan petani. Untuk harga jualnya mencapai Rp 60.000 pergoninya dengan berat mencapai 30 kg.

“Permintaan juga cukup tinggi, bahkan ada yang sekali meminta sampai 40 ton banyaknya. Untuk persediaannya juga kita sejauh ini dapat memenuhinya, karena kita memproduksinya setiap hari,” pungkasnya. (rozie winata)

/medanbisnisdaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Shohibul Anshor Siregar: Tapsel Perlu Realistis

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*