Bukan Lalai, Tapi Bobrok

Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch Emerson Yuntho mengatakan bahwa lolosnya terdakwa mafia pajak dan peradilan Gayus Tambunan ke luar negeri bukan karena kelalaian.

“Masalahnya bukan di sana. Dia (Patrialis) sendiri tidak cari tahu apa penyebabnya paspor bisa keluar, di mana bolongnya,” kata Emerson ketika dihubungi, Jumat (14/1/2011).

Pernyataan ini menanggapi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar yang mengatakan bahwa anak buahnya di Imigrasi lalai dalam kasus pembuatan paspor Gayus, termasuk lolosnya dia di Imigrasi di Bandara Soekarno Hatta.

Menurut Emerson, keluarnya paspor aspal Gayus dan lolosnya dia dari pemeriksaan imigrasi di bandara sudah dapat dipastikan ada keterlibatan dari petugas kementerian. “Pasti ada, karena itu semua kan tidak bisa dengan sendirinya saja lolos,” kata dia.

Emerson menambahkan, setidaknya ada dua aspek dalam kasus pelesiran Gayus, yakni soal penindakan dan pencegahan. Ia meminta Menteri menindak mereka yang terlibat. “Tidak hanya sanksi administratif saja tapi juga dibawa ke hukum agar petugas lain tak berbuat serupa,” tuturnya.

Untuk pencegahan, Emerson meminta Kementerian mencari tahu dan memperbaiki di mana titik-titik kelemahan munculnya paspor palsu tersebut. “Kalau tidak begitu, bisa bobol terus,” jelasnya.

Sementara Lembaga Transparansi Internasional Indonesia menilai pernyataan Patrialis Akbar soal lolosnya Gayus Tambunan menunjukkan kelemahan di sistem kementerian yang ia pimpin.

Baca Juga :  Jokowi: Harga BBM Naik Rp 2.000 Per Liter

Dia melihat kelalaian tersebut seharusnya dapat dihindari seandainya sistem pencegahan di tubuh kementerian dan lembaga di bawahnya, seperti Imigrasi, memiliki kinerja yang optimal.

Pernyataan Patrialis tersebut, lanjut Ilham, juga mengindikasikan tidak sanggupnya Kementerian menangani permasalahan bobroknya kinerja imigrasi.

Lebih lanjut Ilham mengungkapkan, dari survei terakhir di tahun 2009 yang dilakukan oleh TII mengenai suap di berbagai lembaga, Imigrasi menjadi lembaga ketiga terburuk. Sedangkan urutan pertama ada di Kepolisian dan Bea Cukai.

Dengan terungkapnya kasus pelesiran Gayus ini, kata Ilham, Kementerian Hukum dianggap tidak berhasil melakukan reformasi. “Dengan adanya kasus ini terungkap ada persoalan sindikat mafia di sekitar pembuatan paspor. Lembaga ini memang bobrok,” kata dia.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*