Bukti Korupsi Wali Kota Medan Raib di Tapanuli Selatan

MEDAN – Hampir satu tahun sudah Wali Kota Medan, Rahudman Harahap ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana TPAPD Tapanuli Selatan senilai Rp 1,5 miliar oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Namun hingga saat ini mantan Sekda Tapsel tersebut tak kunjung ditangkap, bahkan proses penanganan terkesan mundur. Pasalnya, dokumen yang menjadi bukti korupsi Rahudman telah raib.

Beberapa bulan lalu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut AK Basyuni Masyarif berkomitmen akan serius menangani kasus yang melibatkan Wali Kota Medan Rahudman Harahap. Satu langkah yang diambil adalah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut untuk melakukan audit terhadap laporan keuangan APBD Tapsel saat Rahudman masih menjabat sebagai Sekda tahun 2005. Karena hasil audit tersebut akan menjadi bukti kuat untuk menjerat Rahudman.

Namun hingga saat ini, audit BPKP yang bisa menjadi bukti kuat untuk menjerat Rahudman tak kunjung selesai. Ternyata dokumen atau laporan yang akan digunakan oleh BPKP untuk melakukan audit telah hilang dan tak tahu di mana rimbanya.

Hal itu diungkapkan oleh Kasi Penyidik Pidana Khusus, Kejati Sumut Jufri, Kamis (22/9). Menurutnya data itu sudah berkali-kali diminta oleh Kejati Sumut kepada kepala bagian keuangan Pemkab Tapsel. Namun hingga saat ini data itu tidak dikirimkan. “Kita belum bisa menemukan bukti kerugian negara Rp 13,5 miliar karena buktinya hilang di Tapsel bukan di sini (Kejati Sumut),” ujarnya.

Baca Juga :  LSM Samudra dari Sibolga Kab. Tapteng Tabur Surat Pernyataan Palsu di Tapsel

Menurutnya, ada beberapa dokumen penting yang hilang, untuk membuktikan kerugian negara. “Kita sudah minta kepada kabag keuangan Tapsel, tapi mereka mengaku hilang dan tidak dapat ditemukan, makanya kita akan turun kesana,” ungkapnya yang ditemui Tribun di Kantor Kejati Sumut, Jalan AH Nasution.

Menanggapi permasalahan tersebut, Aspidsus Kejati Sumut, Mansyur mengatakan saat ini pihaknya sedang menyiapkan surat penggeledahan untuk menggeledah langsung ke Tapsel untuk mencari dokumen tersebut.

“Bukti dan kerugian nergara belum kita temukan, kami merasa belum cukup bukti untuk dilimpahkan, yaitu bukti peranan keterkaitan Rahudman belum diketahui,” ujarnya. Meski demikian, Mansyur berjanji akan terus menangani kasus ini dengan serius.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*