Bulog Minta Pemko Sidimpuan Lunasi Tunggakan Dana Raskin

MedanBisnis – Padangsidimpuan. Badan Urusan Logistik (Bulog) meminta agar Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan melunasi tunggakan utang beras miskin (raskin) senilai Rp 65 juta. Menumpuknya utang tersebut disebabkan sebagian kelurahan di lima kecamatan di daerah itu belum membayar tunggakan dan mendesak pemko melalui kecamatan untuk segera melunasi tunggakan dana raskin tersebut. Hal itu disampaikan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Padangsidimpuan, Khoiruddin Nasution SE kepada MedanBisnis, Minggu (6/1) di Padangsidimpuan. Desakan untuk melunasi tunggakan dana raskin dimaksudkan agar raskin terus dipasok guna menyikapi kenaikan harga kebutuhan pokok yang terjadi. Sebab bila tidak, akan berdampak buruk pada ekonomi dan pada pembangunan.

“Sanksinya masyarakat yang ada di kelurahan itu tidak akan mendapatkan raskin lagi, Jangan karena kepentingan sendiri, masyarakat menjadi korban” ujarnya. Menurutnya, Pemko Padangsidimpuan pada tahun 2010 masih menunggak raskin puluhan juta rupiah, padahal warga yang menerima raskin telah membayar lunas. Khoiruddn meminta pengelola di setiap desa dan kelurahan segera membayarkan tunggakan demi kelancaran distribusi raskin periode selanjutnya.

Khoiruddin meminta para camat dan lurah tidak main-main dalam penyaluran raskin. Dia juga meminta agar penyaluraannya tepat sasaran. “Laksanakan penyaluran raskin ini dengan sebaiknya sesuai aturan yang berlaku. Kepada camat dan lurah untuk membuat perbaikan dan struktur kerja yang ada, ini harus menjadi perhatian bagi camat dan lurah,” tegasnya.

Jika pemko tidak bertindak tegas, maka masyarakat akan menerima dampak negatif dengan tidak mendapatkan jatah raskin, karena pihak Bulog tidak akan mau memberikan raskin lagi jika tetap menunggak. Pemko Padangsidimpuan juga harus memantau pembagian raskin, karena banyak laporan bahwa raskin tidak dibagi merata. Pemko juga harus mengevaluasi petugas penyaluran raskin, karena banyak masyarakat yang sudah mengeluhkan.

Baca Juga :  Divonis 3 Tahun, Kasus Korupsi TPAPD Tapsel - Kuasa Hukum: Memori Banding Amrin Disusun

Kasub Divre Bulog Wilayah I Medan Syahrul Lubis, saat dihubungi mengatakan, penyaluran raskin pada 2011 ini sama dengan pagu penyaluran raskin kepada Rumah Tangga Sasaran (RTS) selama 12 bulan, masing-masing rumah tangga menerima 15 kg/bulan dengan harga Rp 1.600/kg.

Pihak Bulog dalam menyikapi dan mengantisipasi terjadinya gejolak harga dan inflasi telah melakukan Operasi Pasar (OP), operasi pasar ini dilakukan di pasar tradisonal dan sejumlah kios di kelurahan. Pada OP tersebut disalurkan beras medium dan beras komersil. “Kita telah melakukan OP di pasar tradisional dan sudah dimulai sejak Desember 2010 lalu,” ungkap Syahrul.

Sementara Bagian Ekbang Pemko Padangsidimpuan, Syahruddin, mengakui kelima kecamatan yang menunggak yakni Kecamatan Padangsidimpuan Selatan Rp 14 juta, Padangsidimpuan Tenggara Rp 18 juta, Kecamatan Batunadua Rp 19 juta, Kecamatan Hutaimbaru Rp 7 juta, dan Kecamatan Angkola Julu Rp 7 juta. “Kami sudah mendesak kelima kecamatan itu untuk segera membayarnya,” ungkap Syahruddin, seraya mengatakan, sampai saat ini petugas di kelurahan belum memberikan keterangan yang pasti kepada pihak kecamatan.

Dikatakannya, pemerintah sudah mengeluarkan surat edaran untuk pembayaran raskin kepada seluruh kelurahan melalui kecamatan. Dijelaskan, jika mereka tidak membayar, maka mereka tidak akan mendapatkan jatah raskin lagi, karena Bulog tidak akan mau memberikan raskin. Jika satu desa atau kelurahan menunggak, maka tidak akan diberi lagi raskin untuk bulan berikutnya.

Baca Juga :  CPNS Sidimpuan lakukan penyelewengan?

Untuk yang menunggak ini, secara bertahap akan diselesaikan termasuk penyaluran raskinnya. “Karena memang kemungkinan besar tunggakan ada di kelurahan.Saya yakin masyarakat pasti membeli raskin itu secara tunai. Bisa saja di kelurahan, uang itu terpakai atau lupa disetor. Karena itu, tim harus memonitor distribusi dan pembayaran raskin itu,” katanya. (ck 02) (medanbisnisdaily.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*