Bunga Kredit Bank Swasta Naik Paling Besar

Suku bunga dasar kredit (SBDK) dan suku bunga deposito kembali mengalami kenaikan, dengan kenaikan terbesar terjadi pada bank-bank swasta.

Sementara suku bunga kelompok bank persero dan bank campuran tidak berubah. Kelompok bank pembangunan daerah (BPD) dan Bank Asing (KCBA) justru melakukan penurunan suku bunga.

Bank Indonesia (BI) mencatat kenaikan SBDK pada akhir September 2010 sebesar 2 basis poin (bps). Kenaikan suku bunga terbesar terjadi pada kelompok bank swasta cuku besar yakni 5 bps. Kenaikan tersebut lebih tinggi dari kenaikan rata-rata suku bunga deposito 1 bulan yang sebesar 1 bps.

Demikian hasil Operasi Pasar Terbuka (OPT) Bank Indonesia yang disampaikan Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia Difi Ahmad Johansyah melalui pesan elektroniknya kepada detikFinance di Jakarta, Kamis (30/9).

“Pada pekan laporan, spread suku bunga rupiah melebar tipis dari 5,80% menjadi 5,81%. Hal ini disebabkan kenaikan suku bunga dasar kredit (SBDK) sebesar 2 basis poin (bps) lebih tinggi dari kenaikan rata-rata suku bunga deposito 1 bulan yang sebesar 1 bps,” ujar Difi.  Difi menambahkan pada instrumen valuta asing (valas), tidak terdapat pergerakan suku bunga yang signifikan. “Hanya SBDK valas kelompok bank swasta yang naik 5 bps,” imbuhnya.

Pertumbuhan Kredit

Untuk pertumbuhan kredit sampai akhir September 2010 telah mencapai mencapai 20,84%. Selama satu minggu terakhir kredit meningkat sebesar Rp 2,42 triliun sehingga secara keseluruhan outstanding kredit (year on year) menjadi sebesar Rp1.633,67 triliun. Selama pekan terakhir di September 2010, penyaluran kredit meningkat sebesar Rp 2,42 triliun menjadi Rp1.633,67 triliun. Tumbuh 14,23% year to date atau 20,84% year on year,” terang Difi.

Baca Juga :  Presiden: Tindak Tegas Teroris

Peningkatan kredit sebesar Rp 2,42 triliun, lanjut Difi terdiri dari peningkatan kredit rupiah sebesar Rp1,08 triliun dan peningkatan kredit valas Rp1,34 triliun. Secara year on year pertumbuhan kredit rupiah mencapai 21,06%, sementara untuk pertumbuhan kredit valas mencapai 20,02%.

Difi mengatakan, kenaikan kredit pada periode laporan mengindikasikan mulai meningkatnya aktivitas usaha masyarakat paska hari raya Idul Fitri, karena pada pekan sebelumnya kredit sempat mengalami penurunan.

“Peningkatan kredit rupiah terjadi pada kelompok kantor cabang bank asing (KCBA) dan bank pembangunan daerah (BPD). Sementara peningkatan kredit valas terjadi pada kelompok bank swasta, KCBA, dan bank campuran,” papar Difi.

Dana Pihak Ketiga Tumbuh Signifikan

Sementara untuk dana pihak ketiga selama pekan terakhir September 2010 DPK mengalami kenaikan cukup signifikan yakni meningkat sebesar Rp 15,46 triliun sehingga DPK menjadi Rp 2.121,89 triliun. DPK secara year to date tumbuh 7,69% dan secara year on year sebesar 16,01%.

“Kenaikan tersebut berasal dari kenaikan DPK rupiah sebesar Rp11,72 triliun dan kenaikan DPK valas sebesar Rp3,74 triliun,” ungkapnya.  Peningkatan DPK rupiah, sambung Difi dialami oleh semua kelompok bank dengan kenaikan tertinggi pada kelompk bank swasta. Demikian juga kenaikan DPK valas tertinggi dialami oleh kelompok bank swasta. Hanya kelompok bank BPD yang mengalami penurunan DPK valas. (dtc)

Sumber: Analisa

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Menlu: 177 calon haji di Filipina korban

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*