Buntut Diskriminasi Hukum Polres dan Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan : Jaksa Duel Dengan Terdakwa di Ruang Sidang Pengadilan

graphic1 Buntut Diskriminasi Hukum Polres dan Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan : Jaksa Duel Dengan Terdakwa di Ruang Sidang PengadilanPadangsidimpuan, Kebobrokan instansi Polres dan Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan (Kejari Psp) merekayasa perkara makin terungkap belakangan ini. Dalam kasus terakhir, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Simanjorang, SH yang melakukan diskriminasi hukum terhadap terdakwa yang anggota Polres Psp yang tertangkap bersama rakyat biasa, dengan melakukan penuntutan berbeda selangit antara aparat dan rakyat, akhirnya sa`at sidang di Pengadilan Negeri (PN) Psp terjadi tontonan heboh. Jaksa duel adu tinju dan tendang di depan majelis hakim.

Ikhwalnya, anggota Polres Psp, Brigadir Andi Pranata tertangkap bersama Erwin Ritonga sesudah pakai sabu-sabu bersama Saut Sitorus. Dalam penyidikan sampai ke dakwaan, Tersangka Erwin dan Saut sudah dibujuk untuk melindungi Brigadir Andi Pranata, sehingga Andi Pranata yang punya uang Rp 6 juta mengajak Erwin dan menyuruh Saut membeli sabu-sabu dan mereka mengisap sabu-sabu bersama-sama, langsung ditangkap Tim-11 Polres Psp, di berkas perkara disebut Andi Pranata cuma sekedar pengisap sabu-sabu.

Ternyata, sesudah persidangan perkara, Andi Pranata buru-buru disidang, dituntut 8 bulan dan diputus 5 bulan penjara. Ternyata anggota Polres Psp, Brigadir Andi Pranata tidak ikut dilimpahkan ke Rutan Psp di Salambue untuk menjalani hukuman, hanya disuruh tidur di Mapolres Psp. Sebaliknya rakyat biasa Erwin Ritonga dan Saut Sitorus ditahan di Rutan. Sehingga terkesan konspirasi antar instansi penegak hukum melindungi aparatnya yang melakukan kejahatan.

Baca Juga :  Terkait Oknum Dinkes Diduga Lakukan Pengutipan - Wali Kota Padangsidimpuan Harus Tanggung Jawab

Pada sidang tuntutan Erwin Ritonga dan Saut Sitorus hari Kamis 31 Mei 2012, JPU Simanjorang, SH terang-terangan membuka borok diskriminasi penegakan hukum di Kejari Psp. Terdakwa Erwin Ritonga yang tertangkap tangan bersama Brigadir Andi Pranata dan Saut Sitorus dituntut 9 tahun.

Mendengar diskriminasi tuntutan perkara yang dilakukan JPU Simanjorang, SH yang meringankan tuntutan untuk anggota Polres Psp sebaliknya memberatkan rakyat biasa, akhirnya terdakwa Saut dan Erwin langsung mendatangi meja JPU Simanjorang, SH. Terjadi debat berujung melayang tinju dan tendangan antara JPU Simanjorang, SH dengan Saut dan Erwin. Beberapa pukulan JPU Simanjorang, SH berhasil dielakkan Saut dan Erwin, sebaliknya wajah dan kepala JPU Simanjorang, SH biru lembam ditonjok dan diinjak.

Situasi di ruang sidang PN-Psp makin riuh ketika sejumlah wanita keluarga terdakwa Saut Sitorus ramai berteriak menuding kebobrokan JPU dan kejari Psp. Stelah masyarakat makin ramai menonton, baru duel jaksa dan terdakwa berhenti. Majelis hakim yang dipimpin Ketua PN-Psp, Sahlan, SH lalu menutup persidangan sampai 2 minggu ke depan dengan acara pembelaan pengacara dan terdakwa.

Terakhir, usai persidangan keluarga Erwin Ritonga dan Saut Sitorus menegaskan mereka akan berjuang sampai ke Poldasu dan Kejatisu guna menuntut keadilan. “Kami tidak meminta suami kami dibebaskan, tapi maunya jaksa bertindak adil. Kok Brigadir Andi Pranata yang sama kasus perkaranya cuma dituntut 8 bulan sementara suami kami yang rakyat biasa dituntut 9 tahun?”, tuding kedua istri Erwin Ritonga dan Saut Sitorus.

Baca Juga :  ICW: Jika Mangkir Lagi, Syamsul Harus Dijemput Paksa

Konfirmasi pers via long-sms ke JPU Simanjorang, SH dan Kasi Pidum Sabi`in, SH sama sekali tidak dijawab. Sehingga beberapa kalangan pengamat yang hadir sa`at duel tsb berkomentar, “Tunggu dan lihat saja nanti sampai dimana sikap majelis hakim Pn-Psp menyikapi diskriminasi hukum yang dipamerkan Polres Psp bersama Kejari Psp terang-terangan ke hadapan masyarakat umum”. ( ARM-H )

graphic2 Buntut Diskriminasi Hukum Polres dan Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan : Jaksa Duel Dengan Terdakwa di Ruang Sidang Pengadilangraphic3 Buntut Diskriminasi Hukum Polres dan Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan : Jaksa Duel Dengan Terdakwa di Ruang Sidang Pengadilangraphic4 Buntut Diskriminasi Hukum Polres dan Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan : Jaksa Duel Dengan Terdakwa di Ruang Sidang Pengadilan

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

4 Komentar

  1. tino@loe bekerja dimana..?loe aparat polisi ya…?disitu terlibat oknum polisi.kok gak mau loe sebutkan…?permasalahanya ialah diskriminasi hukum yang kita bahas.ketika aparat negara melakukan pidana apakah hukumanya sama dengan rakyat jelata…?masalah generasi yang rusak,apakah semua generasi telah rusak..?saya tidak pro sitorus cs.saya juga tidak pro oknum kejaksaan atau oknum polisi.tapi marilah kita melihat sisi penegakan hukum di NKRI ini.bukankah hukum sama di depan semua orang..?

  2. Bahwa berita itu tidak benar tidak sesuai dengan kenyataan masak katanya jpu nya di pukul lebam2 apa wartawannya yg buta kali sudah di sogok oleh Sitorus cs yng jelasnya sitorusnya yg di pukuli sma polisi dan jpu liat aja gambarnya .Memang jelas kok sitorus bandar sabu syukur masih di tuntu 9 tahun harusnya seumur hidup karena sudah menjual sabu sabu. sudah berapa banyak genarasi yang dirusak oleh sitorus gara gara jual sabu.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*